Banyak orang lebih memilih cerita yang enak didengar daripada kenyataan yang menyakitkan. Itulah kenapa manipulasi mudah laku, karena menawarkan kenyamanan tanpa kejujuran. Tapi pada akhirnya, yang menyelamatkan hidup bukan ilusi, melainkan keberanian untuk menghadapi realita apa adanya.
Adit, remaja asal Cibitung, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berjuang. Meski tak lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan hanya bekerja sebagai pencabut rumput di kawasan pabrik, ia tetap semangat mencari nafkah demi satu hal: pendidikan adik-adiknya. Kini, sang adik Azizah resmi menjadi mahasiswi Universitas Indonesia, jurusan Sistem Informasi. Semua berkat kerja keras dan pengorbanan Adit, kakak luar biasa yang tak pernah lelah mencintai keluarganya. 🥹💛 ✨ Ini bukan tentang latar belakang, tapi tentang ketulusan dan tekad. Terima kasih, Adit, telah mengingatkan kita bahwa cinta tak butuh gelar. Salute! Djuned Wikanto wikantodjuned@gmail.com

Komentar
Posting Komentar