Banyak orang mengukur kesuksesan dari jabatan, kekayaan, atau popularitas. Padahal semua itu bisa datang dan pergi. Yang sering diingat oleh orang lain bukanlah berapa banyak yang kita miliki, tetapi bagaimana kita memperlakukan mereka. Sikap kita terhadap sesama sering meninggalkan kesan yang lebih lama daripada pencapaian apa pun. Cara seseorang memperlakukan keluarga menunjukkan karakternya saat tidak ada sorotan. Cara ia memperlakukan teman dan rekan kerja menunjukkan apakah ia menghargai orang lain atau hanya mementingkan dirinya sendiri. Bahkan sikap kepada orang asing sering memperlihatkan kualitas hati yang sebenarnya, karena tidak ada keuntungan yang harus didapatkan dari sana. Kesuksesan yang tidak disertai rasa hormat dan kepedulian terhadap orang lain sering kali terasa kosong. Seseorang mungkin berhasil mengumpulkan banyak harta atau meraih posisi tinggi, tetapi jika kehadirannya justru menyakiti dan merendahkan orang lain, maka keberhasilannya kehilangan makna yang lebih dalam. Karena itu, ukuran kesuksesan tidak hanya terlihat dari apa yang berhasil kita capai, tetapi juga dari bagaimana kita memperlakukan orang-orang di sekitar kita. Sebab pada akhirnya, orang mungkin lupa apa yang kita miliki, tetapi mereka akan mengingat bagaimana kita membuat mereka merasa dihargai, didengar, dan diperlakukan dengan baik.

Tanpa sadar ternyata melaksanakan hal seperti di atas, dengan prinsip ingin meninggalkan "legacy" warisan yang akan dikenang ketika tidak ada. Percayalah (sesuai pengalaman) tidak akan membuat kita rugi melakukan hal di atas.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini