The post features a 33-second industrial clip that looks shocking at first glance-showing a red-hot forged metal piece being lowered into what the caption claims is "water," only for the tank to erupt in flames instead of putting the fire out. In reality, the tank isn't filled with water at all-it's quenching oil, a standard coolant used in metal heat-treating to prevent cracking. When a glowing steel part hits the oil, the extreme temperature instantly vaporizes and ignites the oil, creating a dramatic surface fire, thick smoke, and that roaring flame effect. This is routine in forging shops, which is why proper ventilation and fire-safe tanks are always installed.
Postingan
Artikel Toyota-Lean Management
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
you are not your pain. You are the one who notices it. You are not your thoughts. You are the awareness behind them. There is a part of you that remains untouched no matter what happens. A place inside where nothing breaks. Nothing falls apart. Nothing is lost. And the moment you identify with that place instead of the chaos in your mind… suffering loosens its grip. Not because life changes. But because you stop thinking you are every emotion that passes through you. Healing begins when you become the witness instead of the wound. And that is when peace finally enters.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dalam psikologi perkembangan dan relasi, ini selaras dengan konsep role-based relationships—bahwa sebagian hubungan hadir untuk memenuhi kebutuhan emosional, pembelajaran, atau fase hidup tertentu, bukan selalu untuk selamanya. Berakhirnya hubungan tidak selalu berarti kegagalan, melainkan tanda bahwa fungsi psikologisnya telah selesai. Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa banyak hubungan berakhir bukan karena kurangnya cinta, tetapi karena perubahan kebutuhan, nilai, dan arah hidup. Saat individu tumbuh, peran yang dulu relevan bisa menjadi tidak lagi selaras. Pada titik ini, mempertahankan hubungan justru berpotensi menimbulkan konflik, kelelahan emosional, atau kehilangan identitas diri. Perpisahan, dalam konteks ini, menjadi bentuk adaptasi, bukan penolakan. Memahami bahwa setiap hubungan memiliki siklus membantu kita melepas tanpa harus membenci. Orang yang pernah hadir tetap memiliki makna karena ia berperan dalam membentuk versi diri ki...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pembalap Bantul, Aldi Satya Mahendra (@aldihendra_57 ), meraih podium perdana di ajang World Supersport 600 pada Race 2 seri pembuka di Phillip Island, Australia, Minggu (22/2). Start dari posisi ke-28 akibat kerusakan motor saat kualifikasi, Aldi finis kedua berkat strategi agresif memakai ban slick di tengah cuaca gerimis. Saat pembalap lain kesulitan memanaskan ban hujan dan harus masuk pit setelah bendera flag-to-flag, Aldi bersama rekan setimnya Albert Arenas melesat dan mengamankan posisi 1-2 hingga finis. Hasil ini menjadi podium pertama Aldi di WSSP 600 sekaligus podium pertama Indonesia di kelas tersebut, serta menandai comeback usai cedera pergelangan tangan yang menghentikan musim 2025-nya. Salute!!
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
We like to believe we’re immune. That other people’s habits, mindsets, and behaviors don’t affect us. But influence is subtle. It happens in silence. You start normalizing what once bothered you. You laugh at things you used to question. You shrink dreams you once spoke out loud. Not because you changed on your own but because your environment slowly taught you what was acceptable. Energy is contagious. So are limits, ambition, self respect, and mediocrity. You don’t become like the people around you overnight. You become like them through repetition. Through what you tolerate. Through what you stop questioning. Pay attention to who you feel like after you leave the room. That’s the real influence.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Dalam psikologi, ini dikenal sebagai avoidance cycle—pola di mana menghindari situasi yang menakutkan memberi rasa lega sesaat, tetapi justru memperkuat asosiasi ancaman di otak. Akibatnya, ketakutan tidak mengecil, malah semakin sensitif dan meluas. Fenomena ini dijelaskan melalui fear conditioning dan negative reinforcement. Saat seseorang menghindar, otak belajar bahwa “menghindar = aman”, sehingga rasa takut dipertahankan. Sebaliknya, ketika ketakutan dihadapi secara bertahap, terjadi habituation dan extinction learning: sistem saraf belajar bahwa ancaman tidak sebesar yang dibayangkan, sehingga respons cemas menurun secara alami. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis exposure—menghadapi ketakutan secara terukur dan konsisten—efektif menurunkan kecemasan jangka panjang. Bukan karena rasa takut langsung hilang, tetapi karena otak membangun memori baru yang lebih realistis. Di titik itu, kendali beralih dari rasa takut ke kesadaran, dan pengaruhnya pun semakin melemah. Ref...