Postingan

Artikel Toyota-Lean Management

  Ada nasehat dari senior saya saat saya memulai masuk ke dunia kerja. Harap selama bekerja memperhatikan dua hal: Pertama saat usia menginjak 50 tahun ke atas akan muncul pertanyaan ke diri sendiri -Apakah yang dipikirkan sama dengan yang diucapkan sama dengan yang dilakukan? Ingat ini pertanyaan ke diri sendiri. Bila jawaban tidak memuaskan diri sendiri akan terjadi pertentangan batin yang ujung ujungnya penyakit menghampiri Saat usia menginjak 55 tahun ke atas pertanyaan berubah menjadi -Apa yang telah dibagikan / dishare ke orang lain (bisa anak, anak buah atau bahkan bisa ke atasan)? Hasil yang tidak memuaskan akan berakibat sama. Pesan ini yang coba saya terapkan dan untuk saya ini bekerja. Bagaimana dengan teman teman?
Gambar
Jadi pengingat diri untuk saya sebagai orang tua.  
Gambar
    Though the story is old and we may have heard it a million times, the message it carries is timeless. Some see the “O” at the end of zero. Some see the “O” at the beginning of opportunity. It’s all about how we see things. The very same situation can feel like an ending to one person and a beginning to another. The circumstances may be identical, but the perspective can be completely different. Life often depends less on what is in front of us and more on the lens through which we choose to see it. What appears to be a setback today may become the starting point of something meaningful tomorrow 🌱 In my experience : many people and organization develop to be better when they face (several create ) the problems to take action as countermeasure for improvement. So the real definition of the problem : there are gaps between what actually happened vs what should happened. What should happened is standard or target. If we have high target we are extraordinary than average, as w...
Gambar
Life will never give you complete certainty. There will always be unanswered questions. Unexpected setbacks. Plans that fall apart. Things you cannot control. If your peace disappears every time life gets messy, you will spend all of your life anxious. Real strength is staying grounded when things are uncertain. Real maturity is accepting that not everything will go your way. You do not need perfect conditions to be at peace. You need the ability to handle imperfect ones. That is where true growth begins.🧘‍♂️❤️ Uncertainty, unanswered question, imperfect is one of parts in life that make the life beautiful and interesting. It is happy life!  
Gambar
''Ikan sangat mempercayai AIR." ''Tapi air justru yang MASAKNYA.'' ''Daun sangat mempercayai ANGIN'' ''Tapi angin justru MENGGUGURKANNYA.'' ''Sama seperti aku yang mempercayai KAMU'' ''Tapi kamu yang MENYAKITIKU'' ''akhirnya aku sadar yang masak ikan BUKANLAH air,tapi API'' "yang menggugurkan daun BUKANLAH angin ,tapi musim GUGUR'' ''Begitu juga yang MELUKAIKU,bukanlah kamu'' ''Tapi diriku yang terlalu BERHARAP banyak'' Kutipan yang kembali saya ingat akhir akhir ini. Hubungan antar manusia kompleks dan memiliki banyak aspek , sering perasaan tersakiti karena harapan kita pada seseorang tidak terpenuhi. Tetap mengingatkan prinsip bahwa setiap orang bebas dari beban untuk memunuhi harapan seseorang pada nya yang sering diakui atau tidak menjadi beban.  
  Review : “Lex retro non agit” The term "lex retro non agit" translates to "the law does not act retroactively." This principle is fundamental in legal systems, particularly in criminal law. It asserts that laws should not apply to actions that occurred before the law was enacted. This rule protects individuals' autonomy and helps maintain legal certainty, ensuring that people are not punished for actions that were not illegal at the time they were committed. This principle is commonly applied in various areas of law, including: Criminal Law:  Prevents individuals from being prosecuted for acts that were legal when committed. Civil Law:  Ensures that changes in laws do not affect past transactions or agreements. ·          ·        282 ·        Main GoalsLegal Certainty: Ensuring that individuals can know for certain which actions are legal ...
Gambar
Salah satu pelajaran paling sulit dalam hidup adalah menerima bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita. Ada orang yang sudah dijaga dengan sepenuh hati, tetapi tetap memilih pergi. Ada kesempatan yang telah diperjuangkan mati-matian, tetapi tetap lepas dari genggaman. Manusia sering percaya bahwa usaha yang besar akan selalu mampu mempertahankan apa yang dicintainya. Namun hidup tidak selalu berjalan mengikuti keinginan. Kadang kita dipaksa menyaksikan sesuatu yang berharga menjauh, meski telah melakukan segala yang kita mampu untuk menjaganya. Di sisi lain, banyak hal yang justru datang ketika kita tidak menginginkannya. Ujian yang tidak pernah diminta, perubahan yang tidak pernah direncanakan, atau pertemuan yang sama sekali tidak diduga. Manusia sering sibuk menyusun skenario hidupnya sendiri, seolah segala sesuatu dapat diatur sesuai kemauan. Padahal ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada rencana manusia. Ada jalan-jalan yang terbuka tanpa diduga, dan ada pintu-pintu ya...
Pada musim dingin November 1950, di tengah berkecamuknya Perang Korea (1950–1953), sekitar 120.000 tentara Tentara Sukarelawan Rakyat Tiongkok (PVA) mengepung pasukan AS dan PBB di kawasan Waduk Chosin (Danau Changjin). Pertempuran ini berlangsung di tengah suhu ekstrem yang mencapai minus 40 derajat Celsius. Pasukan PVA bertempur dengan perlengkapan yang sangat minim. Mereka hanya mengenakan seragam katun tipis, kekurangan logistik, dan membawa senjata yang sering macet akibat minyak pelumas yang membeku. Musuh terbesar kedua belah pihak adalah cuaca, di mana ribuan prajurit PVA tewas membeku di posisinya atau mengalami radang dingin (frostbite) yang parah. Meski menderita kerugian korban jiwa yang sangat besar akibat kelaparan dan cuaca dingin, taktik pengepungan dan serangan gelombang manusia dari PVA berhasil mendesak mundur pasukan AS dan PBB. Pasukan sekutu akhirnya terpaksa melakukan evakuasi besar-besaran dari Korea Utara melalui Pelabuhan Hungnam.  
Gambar
Success and failure are often separated by a single belief. When George Dantzig arrived late to a mathematics class, he noticed two difficult problems written on the board. Assuming they were homework assignments, he copied them down and took them home to solve. What he didn't realize was that these weren't ordinary homework questions. They were famous unsolved mathematical problems that experts had been unable to crack for years. Because nobody told him they were impossible, he approached them like any other challenge. He studied, worked through the difficulties, and kept trying until he found a solution. The lesson is powerful: many limitations exist only because we accept them as facts. Once people believe something can't be done, they often stop trying before they even begin. George Dantzig didn't solve the problem because he believed he was extraordinary. He solved it because he never knew he was supposed to fail. Sometimes the greatest obstacle isn't a lack of...