Postingan

Artikel Toyota-Lean Management

Gambar
“The more stupid one is, the closer one is to reality. The more stupid one is, the clearer one is. Stupidity is brief and artless, while intelligence squirms and hides itself. Intelligence is unprincipled, but stupidity is honest and straightforward.” Sometime we have paradox, but fortunately there is merit in worse condition.  
Gambar
Kita memiliki naluri untuk menjadi penting sebagai makluk sosial.  
Gambar
Not everyone deserves access to your thoughts or your attention. Some conversations only exist to pull you down to someone else's level. Walking away isn't weakness when nothing valuable can be gained. Protect your peace. Guard your energy. Maturity is realizing that not every opinion needs correcting, and not every person deserves a seat at your table.  
Gambar
May love find you gently 🤍  
Gambar
Feeling stuck between overthinking and painful emotions is deeply exhausting. When neither logic (the brain) nor emotion (the heart) brings relief, it is usually because they are out of sync. To find peace, you don't have to choose just one; you can learn to integrate both for a calmer state.  
Gambar
                    Kita hidup di era ketika informasi melimpah tetapi tanpa kebijaksanaan… Pentingnya mengerti dan memahami kondisi situasi sebenarnya. Go Genba!  
Gambar
                                                              It is just a journey. Do not fear. We have nothing.  
Gambar
Sering yang dikerjakan tidak ada pihak lain yang melihat. Demikian pula dalam bekerja seting karya yang dikerjakan jangankan diapresiasi dilihat pun tidak. Bagaimanapun apa yang dikerjakan adalah karya kita! Kita bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakan!  
asinnya garam pada air mata juga terdapat pada dalamnya lautan  
Sebelum menjadi Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte adalah seorang anak yang sering merasa terasing. Pada usia 9 tahun, ia meninggalkan Korsika dan dikirim ke sekolah militer di Brienne-le-Château. Di sana, aksennya berbeda, keluarganya tidak sekaya banyak murid lain, dan ia kerap menjadi sasaran ejekan teman-temannya. Alih-alih berusaha menjadi populer, Napoleon lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Ia menyukai sejarah, geografi, dan strategi militer. Banyak gurunya menganggapnya pendiam, serius, dan lebih suka menyendiri. Salah satu kisah paling terkenal dari masa sekolahnya adalah "perang bola salju" di Brienne. Menurut beberapa biografi awal, Napoleon tidak sekadar ikut bermain. Ia mengorganisasi tim, membangun benteng salju, dan menyusun strategi serangan layaknya seorang komandan perang. Sulit memastikan seberapa banyak detail cerita ini benar-benar terjadi. Namun kisah tersebut menunjukkan bagaimana orang-orang di kemudian hari melihat masa muda Napoleon, ba...