Seseorang biasanya terlihat baik selama kita masih berguna bagi hidupnya. Selama kita membantu, mendukung, atau memberi manfaat, hubungan terasa hangat dan penuh perhatian. Namun ketika manfaat itu hilang, perlahan sikap asli banyak orang mulai terlihat. Pada saat kita tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan atau harapan mereka, sebagian orang berubah menjadi dingin, menjauh, bahkan melupakan semua kebaikan yang pernah kita lakukan sebelumnya. Karena pada dasarnya, tidak semua orang hadir karena ketulusan; sebagian hanya datang karena ada keuntungan yang mereka rasakan. Kenyataan ini memang pahit, tetapi sering menjadi pelajaran penting tentang hubungan manusia. Bahwa bantuan, pengorbanan, dan kebaikan tidak selalu dibalas dengan kesetiaan atau rasa terima kasih yang sama. Karena itu, berbuat baik sebaiknya tidak didasarkan pada harapan untuk selalu diingat atau dibalas. Sebab nilai seseorang tidak ditentukan oleh bagaimana orang lain memperlakukannya, tetapi oleh kemampuan tetap menjaga ke...