Ada orang-orang yang datang ke hidup kita tidak dengan kemewahan, tidak pula dengan janji besar. Mereka hadir hanya dengan ketulusan, perhatian kecil, dan kesediaan untuk tetap tinggal ketika banyak orang memilih pergi. Namun ironisnya, manusia sering terlambat menyadari nilai seseorang. Kita terlalu terbiasa dengan kehadirannya, menganggap semua perhatian itu akan selalu ada, sampai akhirnya ia lelah mengetuk pintu yang tak pernah benar-benar dibukakan. “Beberapa pintu tidak menyadari berharganya sosok yang mengetuk, hingga pengetuk itu pergi tanpa pernah kembali lagi.” Kalimat itu bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang pertemanan, keluarga, dan hubungan antarmanusia secara umum. Banyak orang baru memahami arti kehilangan setelah kehangatan itu hilang. Ketika pesan tak lagi datang, ketika perhatian tak lagi diberikan, dan ketika seseorang yang dulu selalu ada akhirnya memilih diam. Saat itulah ruang kosong terasa lebih nyaring daripada kehadiran yang dulu dianggap biasa. Serin...