Filsafat lahir dari kegelisahan manusia terhadap realitas dan kehidupan, sedangkan sains tumbuh dari kebutuhan akan kepastian dan pengujian yang “pasti”. Keduanya pernah berjalan seiring, hingga akhirnya terpecah: sains menjulang sebagai kebenaran objektif yang bisa diuji, sementara filsafat terpinggirkan sebagai “spekulasi” belaka. Dalam dunia modern yang didominasi oleh teknologi dan data, pertanyaan tentang makna, nilai, dan kebaikan tampak kabur di balik angka dan rumus. Dalam dinamika yang seperti itu, Alfred North Whitehead hadir dan mengajukan gagasan revolusioner. Baginya, sains dan filsafat tidak bisa dipisahkan. Konsep-konsep seperti bilangan, ruang, dan pola, bukan hanya persoalan eksak, tetapi juga terikat pada pengalaman, pilihan, dan nilai-nilai manusia