Ada cara pandang yang diam-diam membentuk seluruh keyakinan kita. Ia tidak terlihat, tapi menentukan siapa yang kita anggap benar, siapa yang kita anggap salah. Dari tempat yang berbeda, satu peristiwa bisa memiliki makna yang bertolak belakang. Bagi rumput, rusa adalah ancaman, sementara singa justru dianggap penjaga. Bukan karena kenyataan berubah, tapi karena posisi yang berbeda melahirkan penilaian yang berbeda. Di kehidupan sehari-hari, hal ini terjadi tanpa kita sadari. Kita sering menerima satu cerita dari satu arah, lalu menjadikannya kebenaran utuh. Mendengar satu ceramah, satu pendapat, satu tafsir, lalu merasa sudah cukup memahami. Padahal setiap pemikiran lahir dari latar belakang, dari sejarah, dari kepentingan yang tidak selalu terlihat di permukaan. Banyak orang merasa yakin bukan karena sudah mencari, tetapi karena sudah terbiasa mendengar hal yang sama berulang-ulang. Kebenaran akhirnya menjadi sempit, hanya sebesar ruang yang pernah ia lihat. Yang berbeda dianggap kel...