Filsafat Ki Ageng Suryomentaram berfokus pada pengenalan diri (menuhi awakipun piyambak) untuk mencapai ketenangan batin. Prinsip utamanya meliputi: Karep (Keinginan) : Keinginan manusia bersifat cair, tidak abadi, dan terus berganti antara mulur (mengembang saat tercapai) dan mungkret (menyusut saat gagal). Mulur Mungkret : Kunci bahagia bukan menuruti semua keinginan, melainkan memahami bahwa rasa senang dan susah akibat keinginan itu sifatnya sementara. Aja Dumeh : Nasihat moral populer yang berarti "jangan mentang-mentang" (jangan sombong, jangan merendahkan orang lain) Sawangan Karep : Metode mawas diri dengan cara "melihat" dan mengamati keinginan diri sendiri secara jujur layaknya melihat orang lain. Saiki, Kene, Ngene, Gelem : Bahagia itu dirasakan sekarang (saiki), di sini (kene), dalam keadaan seperti ini (ngene), dan diterima dengan tulus (gelem).