Ada hal-hal dalam hidup yang baru terasa berharga setelah kita kehilangan kesempatan untuk menikmatinya. Masakan ibu mungkin sederhana, bahannya murah, dan rasanya tidak selalu istimewa bagi lidah kita yang terbiasa mencari sesuatu yang lebih enak. Namun, di balik sepiring makanan itu, ada perhatian, waktu, dan kasih sayang yang sering kita anggap sebagai sesuatu yang biasa. Kita bisa membeli makanan mahal di restoran, tetapi tidak semua yang bisa dibeli dengan uang mampu menggantikan kehangatan yang pernah kita rasakan di rumah. Ketika masih kecil, kita mungkin mengeluh karena menu yang disajikan itu-itu saja. Setelah dewasa, kita mulai memahami betapa berharganya seseorang yang menyiapkan makanan sambil memikirkan apakah kita sudah makan, apakah kita kenyang, dan apakah kita menyukai masakannya. Ironisnya, saat perhatian itu masih tersedia setiap hari, kita sering tidak menyadari nilainya. Kita baru merindukan hal-hal sederhana ketika jarak memisahkan, keadaan berubah, atau orang yan...