Lean Management apakah cuma bisa diterapkan dalam dunia industry manufacturing  saja?

 


Penerapan lean management yang dilakukan secara besar besaran dengan menerapkan metode Toyota Production System  atau lean management yang sebenarnya berawal dari adaptasi Toyota Production System ataupun lean Six Sigma dimana modifikasi gabungan Six Sigma dengan lean management.

 

Metode metode tersebut sekadar tool / alat untuk mencapai tujuan. Tujuan nya merupakan hal yang klasik dan umum. Bagaimana mendapatkan profit atau keuntungan dan berkelanjutan. Baik bidang usaha manufacturing maupun service (jasa) mempunyai tujuan yang sama. Metode Cuma alat yang akan dipilih untuk mencapai tujuan. Seberapa efektif dan efisien alat adalah kriteria untuk memilih metode.

 

Ada beberapa kata kunci untuk lean management.

1.Added value – nilai tambah dari sudut pandang customer / konsumen. Proses dalam manufacturing ataupun jasa / service yang memberikan nilai pada konsumen sehingga konsumen bersedia rela membayar adalah proses yang mempunyai added value.

2.Waste / Kesia siaan – proses internal yang tidak memberi nilai tambah dan menambah biaya (cost) , waktu , tenaga.

Konsep lean management secara sederhana adalah meningkatkan added value menghilangkan waste. Toyota Production System mengelompokan 7 waste + 1 waste

 

Ada beberapa anggapan ketika ada perbedaan dalam latar belakang, jenis usaha, proses , lingkungan, keterbatasan yang cepat cepat membuat keputusan bahwa hal yang dihadapi bersifat khusus sehingga best practice dari suatu benchmarking tidak bisa diterapkan.

 


Training Within Industry (TWI)  merupakan study yang bagus untuk menjelaskan gejala karakteristik dan kekhususan suatu jenis usaha. Syarat metode yang disetujui menjadi TWI adalah bisa diterapkan dan terbukti berhasil dalam semua jenis manufacturing dan service sebelum program TWI diluncurkan. 

 

Ciri metode yang bisa diterapkan secara umum menembus karakteristik dan kekhususan adalah.

-Simple : sederhana dimana TWI membuat slogan 4 steps methode dalam 4 program nya

-Mengikuti kaidah ilmiah : observation-hypothesize-testing-result-conclusion

-Pengembangan : Ada ruang pengembangan (development) sehingga berkelanjutan , bukan sesuatu yang sudah fixed mati

 

Untuk menerapkan konsep / metode dalam bidang yang berbeda adalah seni untuk memahami dan kesetiaan terhadap tujuan dan konsep, menyadari karateristik , kekhususan dan keterbatasan , kreativitas dalam menghadapi kegagalan sementara dan pantang menyerah untuk terus mencoba. Pengalaman pribadi saya pernah mencoba 21 kali cycle untuk dapat menghilangkan suatu defect. Pelajaran paling berharga adalah mendapatkan metode sehingga kedepannya bisa mendapatkan cycle yang jauh lebih sedikit (3 cycle). Seni untuk meniru dan memodifikasi dari sebuah benchmark dikenal dengan Yokotenkai

 

Dalam manufacturing pun ditemukan bias apakah produk yang dihasilkan dihargai produk nya atau jasa (service) layanannya. Produk mobil sebuah merk sering dinilai bias dengan service / layanan baik dalam penjualan , service berkala, pembelian suku cadang oleh konsumen. Konsumen yang merupakan manusia adalah pribadi yang unik dan berkembang. Mengetahui apa yang menjadi kemauan dan kepuasan konsumen (dimana dalam lean management ada terminology added value). Banyak manufacturing yang menerapkan Voice of Customer (VOC) untuk mendefinisikan customer satisfaction. Dalam Total Quality Management (TQM) bahkan mengubah paradigma next process is our customer dalam slogan customer satisfaction. Berdasarkan pengalaman saya penerapan TQM, lean management, VOA dan Kano model untuk improvement lean management dalam manufacturing food dan resto memberikan hasil yang significant dengan latar pengalaman saya dari otomotive.

 


Study kasus dalam penerapan lean management untuk service (industry makanan dan resto)

Kunci keberhasilan

1.Mengetahui konsumen dengan mendefinisikan added value bagi konsumen dengan mereview dan mengubah pendekatan dari eksternal survey menjadi survey yang dilakukan oleh ujung tombak pegawai resto (internal) yang berhubungan langsung dengan konsumen. Salah satu kelebihan dari survey internal adalah bisa menanyakan lebih lanjut dengan banyak variasi feedback bila ada service yang positive ataupun negative

2.Memahami proses secara keseluruhan dan satu kesatuan dari added value konsumen. Seperti filosofi pulling concept dari Toyota dimana diterapkan added value dari konsumen ke proses terakhir yang memaksa proses tersebut untuk mengolah kegiatan internal yang memenuhi added value konsumen dan mensyaratkan proses sebelumnya dengan proses terakhir berlaku sebagai konsumen.

 

 

Terimakasih

 

Secara lengkap materi bisa dilihat pada 

https://youtu.be/loPz_zDeSxM

 

 

 

Saya akan membahas item item pada artikel ini di artikel berikut

 

Djuned Wikanto

 

wikantodjuned@gmail.com


 

 

 

Komentar