Training Within Industry sebagai dasar Lean Management - Highlight dari sesi kuliah tamu di Universitas Negeri Yogyakarta

Sejarah dan Latar Belakang



Saat ini dunia mengenal methode Lean Management yang diterapkan dalam banyak industri terutama dalam proses manufacturing. Banyak yang dilupakan bahwa lean management juga bisa dan praktis diterapkan dalam jasa layanan (service). Lean Management merupakan metode untuk meningkatkan dan memusatkan prioritas pada added value (nilai tambah) dan mengurangi waste (kesia siaan) dengan tujuan memberikan kepuasan pelanggan. Added value disini secara praktis adalah hal yang pelanggan / customer mau membayar untuk item tersebut.Waste /kesia siaan adalah kegiatan atau item yang tidak memberikan nilai tambah dimana pelanggan tidak mau membayar untuk item atau aktivitas yang dilakukan.Industri service / jasa sangat bisa dan mampu untuk menerapkan lean management melihat tujuan dan proses yang mempunyai kesamaan.Banyak hal hal dasar yang terlupakan dan menjadi salah kaprah dalam Lean Management di dalam penerapannya.

Training Within Industry (TWI) adalah dasar yang sering dilupakan. TWI yang diciptakan sekitar Perang Dunia ke II karena kondisi perang menuntut tenaga kerja trampil siap pakai memerlukan metode yang praktis,cepat dan bisa diterapkan untuk semua bidang industri dan manufacturing. TWI diterapkan dan telah terbukti menunjukkan keberhasilan. TWI menciptakan leader yang menguasai pengetahuan dan keahlian.

Kemampuan yang harus dimiliki leader terdiri dari 2 item pengetahuan (Knowledge) dan 3 keahlian (Skill).

Pengetahuan yang harus dimiliki adalah pengetahuan mengenai proses / bisnis proses manufacturing atau service dan pengetahuan mengenai ruang lingkup peran dan tanggung jawab leader.Keahlian yang dituntut adalah keahlian untuk mengajar (training) dengan program Job Instruction, keahlian untuk melakukan improvement (Job Methode) dan keahlian untuk mengelola manusia baik bawahan, kolega sejawat dan atasan (Job Relation)

Toyota mengadopsi TWI dalam melakukan improvement dengan memasukkan Job Instruction dan dinamai dengan Toyota Job Instruction sebagai dasar dari Toyota Production System. Untuk Job Methode diadopsi dengan dikembangkan menjadi Kaizen (continuous improvement). Pengembangan ini juga salah satu komponen pada TWI (Program Development) yang abai dilakukan. Sedangkan Job Relation menjadi dasar dari hubungan antar manusia dan dikembangkan dalam prinsip Ho-ren-sho , prinsip stop-call-wait pada kondisi urgent untuk safety dan quality.

Secara lengkap bisa dilihat pada https://youtu.be/7R9bw6z8fZY

 

Artikel artikel yang lebih dalam pada sesi kuliah tamu di Universitas Negeri Yogyakarta akan saya tulis di edisi berikutnya


Salam terbaik dan kiranya memberikan manfaat


Djuned Wikanto

wikantodjuned@gmail.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini