KEKUATAN GEMBA
PEMBUATAN FILM








 

“The gemba IS A MIRROR…It does not lie, complain, or make excuses. It simply reflects the quality of leadership afforded to it.”

 

“Gemba ADALAH CERMIN…Ia tidak berbohong, mengeluh, atau mencari-cari alasan. Ia hanya mencerminkan kualitas kepemimpinan yang diberikan kepadanya.”


 

Pembuatan film  memiliki paradoks , menyadari film adalah hal yang tidak nyata namun ingin menampilkan film senyata, se natural sehingga yang melihat merasakan bahwa itu nyata bahkan untuk cerita fiksi yang fiktif.

 

Pendekatan menarik saat pembuatan film Rocky tahun 1979, untuk mendekati kesan se “natural” mungkin, pengambilan adegan pada film didekati dengan gaya gerilya. Adegan dilakukan secara natural mungkin tanpa kelihatan pengaturan adegan sebagaimana biasanya. 

Saat jogging di Philadelpia dilaukan tanpa izin, tanpa set peralatan lengkap, tanpa figuran dilakukan sendiri oleh sang actor. Silvester Stallone berlari di dermaga Pelabuhan dan direkam dari van yang mendampingi sang actor berlari. Adegan terkenal saat sang actor berlari di pasar makanan, banyak orang sekitar yang melihat dengan heran dan geli ada orang yang berlarian melewati pasar. Adegan pemilik warung melempar jeruk adalah adegan di luar scenario.

Kelihatan tujuan adegan untuk tampil dan merekam lingkungan berhasil. Kesan dibuat buat sama sekali tidak terlihat.

 

Management Jepang mengenal gemba bak cermin, tidak ada kepalsuan, kondisi sebenarnya, juga tidak ada excuse ataupun alasan. Kealitas leadership seorang leader nampak pada gemba.


 





 

“The only place that work and motion are the same thing is the zoo where people pay to see the animals move around.” ~ Taiichi Ohno

 

“Satu-satunya tempat di mana pekerjaan dan gerakan adalah hal yang sama adalah kebun binatang, tempat orang membayar untuk melihat hewan bergerak.”

 

 

 

Video

 


 

Atau

https://youtu.be/vLD9iuAIFqA

 

Djuned Wikanto

wikantodjuned@gmail.com

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini