Bagaimana Toyota menghancurkan Detroit... dengan kebiasaan perbaikan 1% per hari.
Dari reruntuhan Perang Dunia II, nyaris bangkrut pada 1950, hingga menjadi produsen mobil nomor satu dunia—cerita Toyota bukan soal keajaiban. Ini soal Kaizen, filosofi Jepang tentang perbaikan terus-menerus, sekecil apa pun.
Mereka tidak menunggu momen besar.
Mereka hanya memulai, dan tak pernah berhenti.
Tidak ada gebrakan dramatis.
Hanya disiplin.
Hanya efisiensi.
Hanya 1% perbaikan setiap hari.
Dan saat pabrikan Amerika tertidur dalam zona nyaman, Toyota terus membangun—sedikit demi sedikit.
Hari ini, mereka tak hanya membuat mobil.
Mereka menciptakan standar dunia.
Mungkin kamu tak perlu revolusi.
Cukup satu langkah kecil. Hari ini.
Djuned Wikanto












Komentar
Posting Komentar