Dalam psikologi stres, kelelahan emosional jarang dipicu oleh satu peristiwa besar, melainkan oleh chronic stressors—tekanan kecil yang berulang dan tidak terselesaikan. Setiap pelanggaran batas yang dianggap “sepele” tetap diproses oleh sistem saraf sebagai ancaman ringan. Ketika terakumulasi, otak memasuki kondisi waspada berkepanjangan yang menguras kapasitas regulasi emosi. Fenomena ini berkaitan dengan boundary erosion dan emotional load. Kesabaran bukan sumber daya tak terbatas; ia bergantung pada rasa dihargai dan keadilan relasional. Saat batas terus dilanggar tanpa perbaikan, tubuh merespons dengan iritabilitas, mati rasa, atau kelelahan—bukan karena satu kejadian, tetapi karena pesan berulang bahwa kebutuhan diri diabaikan. Penelitian menunjukkan bahwa ketahanan emosional menurun drastis ketika individu merasa pelanggaran terjadi secara konsisten dan tidak diakui. Di titik ini, reaksi yang terlihat “berlebihan” sebenarnya adalah hasil akumulasi panjang. Kesabaran habis bukan karena lemahnya mental, tetapi karena batas yang terlalu lama dibiarkan ditembus. Referensi: Maslach, C. — Emotional Burnout Lazarus, R. S. — Stress and Coping Porges, S. W. — Polyvagal Theory APA — Chronic Stress and Emotional Fatigue
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini