Dalam psikologi modern, manusia sering terjebak dalam kondisi yang disebut time urgency—dorongan internal untuk terus cepat, produktif, dan bergerak tanpa henti. Menurut penelitian Friedman & Rosenman (1974) tentang Type A behavior pattern, manusia cenderung mengalami stres karena tekanan waktu yang sebenarnya mereka ciptakan sendiri. Berbeda dengan hewan yang hidup mengikuti ritme alami dan kebutuhan biologisnya, manusia dipengaruhi oleh standar sosial, kompetisi, dan ketakutan tertinggal.

Lingkungan modern juga mempercepat ritme hidup. Notifikasi, target, dan perbandingan sosial membuat otak memasuki mode constant alert, memicu hormon stres seperti kortisol (APA, 2021). Sementara itu, banyak studi menunjukkan bahwa hidup dengan ritme lebih lambat—seperti yang dilakukan hewan—menurunkan kecemasan, meningkatkan fokus, dan memberi perasaan hidup yang lebih utuh (Kabat-Zinn, 1990).

Pada akhirnya, bukan dunia yang memaksa manusia terburu-buru—kitalah yang sering mengatur hidup seakan harus berlari setiap hari. Dan terkadang, kebijaksanaan terbesar justru datang dari alam: hidup bergerak, tapi tidak tergesa-gesa.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini