Dalam psikologi pembelajaran, ini berkaitan dengan experiential learning—bahwa manusia sering kali memahami sesuatu lebih dalam bukan dari teori, melainkan dari kejadian nyata yang menyakitkan, gagal, dan penuh kesalahan. Pengalaman seperti ini membentuk kebijaksanaan yang tidak selalu bisa diperoleh dari pendidikan formal. Penelitian dalam Journal of Adult Development menunjukkan bahwa individu yang pernah mengalami kegagalan besar cenderung memiliki tingkat refleksi diri, empati, dan pengambilan keputusan yang lebih matang. Mereka tidak hanya berbicara berdasarkan apa yang “seharusnya”, tetapi berdasarkan apa yang benar-benar pernah mereka alami. Oleh karena itu, nasihat dari seseorang yang pernah jatuh sering kali lebih realistis dan membumi dibanding dari mereka yang belum pernah benar-benar menghadapi risiko yang sama. Memahami hal ini membantu kita menjadi lebih rendah hati dalam menyikapi masukan. Tidak semua nasihat harus ditelan mentah-mentah, tetapi banyak pelajaran berharga yang tersembunyi di balik kisah kegagalan orang lain. Belajar dari kesalahan sendiri itu penting—but belajar dari kesalahan orang lain membuat kita tidak perlu hancur dulu untuk menjadi bijak. Referensi: • Journal of Adult Development — Learning From Failure & Psychological Maturity • Kolb, D. A. — Experiential Learning Theory • APA — Life Experience, Wisdom, and Decision Making • Duckworth, A. — Grit, Failure, and Growth

Orang yang berpengalaman memiliki keunggulan pernah mengalami banyak kegagalan untuk tidak mengulang hal yang sama!


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini