Dalam psikologi relasi, respons ini berkaitan dengan emotion regulation dan co-regulation, yaitu kemampuan membantu orang lain menstabilkan emosi melalui kehadiran yang tenang. Saat seseorang sedang tertekan, sistem sarafnya berada dalam mode ancaman, sehingga kepanikan dari orang terdekat justru memperburuk kondisi emosional. Penelitian menunjukkan bahwa nada suara yang stabil, sikap tidak reaktif, dan bahasa tubuh yang menenangkan dapat menurunkan aktivasi stres. Otak manusia cenderung “meniru” keadaan emosional orang di sekitarnya—fenomena yang dikenal sebagai emotional contagion. Karena itu, ketenangan pasangan berperan seperti jangkar psikologis yang membantu pikiran kembali jernih dan fokus pada solusi. Hubungan yang sehat bukan diukur dari seberapa cepat memberi nasihat, tetapi seberapa aman seseorang merasa saat sedang rapuh. Sikap menenangkan menciptakan secure base, yaitu rasa aman emosional yang membuat individu lebih mampu bangkit, berpikir rasional, dan menghadapi masalah bersama. Di titik ini, dukungan bukan sekadar kata-kata, melainkan cara hadir yang tidak memperbesar ketakutan. Referensi: Gross, J. — Emotion Regulation Theory Porges, S. — Polyvagal Theory & Nervous System Safety Gottman, J. — Emotional Attunement in Relationships APA — Studies on Emotional Co-Regulation & Stress Response
Komentar
Posting Komentar