Setelah melewati penerbangan
yang memakan waktu , dan ini merupakan perjalanan ke luar negeri yang pertama
utuk saya. Akhirnya setelah melihat awan hitam yang tebal dari jendela pesawat
akhirnya nampak bandara Kansai seperti pulau yang terpisah . Pesawat SQ
mendarat dengan mulus tanpa hentakan. Ternyata untuk sampai di AOTS Osaka harus
melewati jembatan panjang , akhirnya baru dapat informasi bahwa bandara Kansai
adalah semacam pulau seperti mengapung dari reklamasi menggunakan pengolahan
sampah, sebuah hal yang cukup mengesankan untuk zaman tersebut. Bahkan orang di
Jepang katanya minum air bisa jadi setelah melewati 2 atau 3 tubuh orang
sebelumnya.
Dengan terkantuk kantuk karena
sampai di Jepang pada pagi hari Minggu dan suasana lumayan sepi sampailah ke
kantor dan penginapan yang disebut sebagai AOTS hoteru (hotel) di Kansai Kenshu
Center atau disebut KKC.
Harus melakukan registgrasi check
in dan baru bisa masuk kamar pada jam 14.00 waktu setempat. Menunggu di lobby
AOTS hoteru disediakan TV, saat itu ada tayangan live Mike Tyson vs Holyfield
(part 1) . Menunggu jan masuk untuk check in , melihat perandingan tinju dengan
berkelompok bersama orang Indonesia yang sudah tinggal lebih lama terlihat dari
sikap duduk yang tidak bisa menyembunyikan rasa bosan hidup di Jepang.
Senin pagi ada sesi perkenalan
dengan staff AOTS dan kelompok trainee (kenshusei) dari negara lain. Secara
khusus ada staff AOTS cewek Jepang yang memperkenalkan diri dalam bahasa
Inggris, cukup manis dan saya pun membalas dalam bahasa Inggris, saat itu
sedikit orang Jepang yang menguasai bahasa Inggris, mungkin hanya satu staff
tersebut yang menguasai bahasa Inggris. Setelah perkenalan dan sesi budaya
bahasa Jepang beserta tip praktis hidup di Jepang, sesi hari Senin tersebut
diakhiri dengan melepas peserta trainee per kelompok dalam satu negara di pusat
kota dengan beberapa tugas yang jawabannya harus dipresentasikan keesokkan
harinya. Seperti harga apel , harga TV, nama stadion team Hanshin Tigers (team
baseball Osaka) yang ternyata saat ditanyakan pada orang Jepang yang lewat
jawabannya lucu karena katanhya dia orang baru di Osaka J , juga ada tugas yang unik untuk menanyakan
kenapa ada istilah saya lupa nama daerahnya. Dan ketika ketemu dengan cewek
Jepang dengan syall berbulu tetapi di sampingnya ada cowok dengan balutan jas
dan perawakan berbobot , cerita nya panjang seperti perang antar dewa, ternyata
itu nama daerah distrik merah yang arti namanya adalah cewek mudah dibawa J (berarti cowok disamping cewek adalah Yakuza
sebagai pengawalnya, untung tidak ada keisengan menggoda cewek tersebut).
Sesi satu hari selesai dan
cukup melelahkan, setelah balik dan mandi di AOTS hotel, biasa berkumpul teman
teman Indonesia dan negara lain di lobby. Di AOTS hotel biasa ada panggilan
telepon masuk dan diumumkan dengan sound system yang menyebar di dalam hotel.
Samar samar dalam pengumuman yang masih saya ingat adalah pertam dinyatakan
panggilan apakah international call atau local / domestic dari Jepang ,
kemudian nama yang dituju dari negara mana dan nomor kamar dalam bahasa Jepang
dan Inggris bergantian.Paling sering adalah international call.
Jam mendekati pukul 16.00
ketika ada pengumuman panggilan telepon dari local (Jepang) menyebutkan nama
saya , dari negara Indonesia dan nomor kamar hotel menggema memenuhi hotel.
Mengejutkan juga saya
mendengar nya , siapa orang local (jepang) yang menelepon saya. Setelah masuk
ke bilik telepon ternyata cewek Jepang yang memperkenalkan diri saat pagi tadi
sekitar jam 9. Kaget juga Cuma 8 jam langsung berani menelpon dan saya ingat
dalam pengumuman dia bisa menyebut nomor kamar hotel saya, keberanian yang
cukup mengagetkan dan jadi pertanyaan apakah cewek Jepang seagresif ini.
Walaupun dalam percakapan (tentu saja bahasa Inggris karena kemampuan bahasa
Jepang saya levelnya menyedihkan) sering terdengar sendawa kemungkinan karena
pengaruh minuman). Saya agak khawatir karena mungkin dia terpengaruh dengan
minuman tetapi konyolnya saya mengajukan pertanyaan “Where are you now?”. Saya
belum satu hari di Jepang dia menjelaskan pun yakin saya pasti tersesat bila
ingin menemui nya.
Berkenalan dengan cewek Jepang
dan menemani hari hari di Jepang yang bisa bahasa Inggris menjadi jebakan saya
untuk bisa menguasai bahasa Jepang karena permintaan dia kalau bertemu dia
minta berbahasa Inggris, alasannya supaya orang Jepang di sekitarnya tidak
mengerti apa yang kita bicarakan. Hasilnya tentu saja saya tidak fasih bahasa
Jepang dia tidak bisa bahasa Indonesia, jadi pemebelajaran di kemudian hari.
Alasan yang sebenarnya tidak
usah dikhawatirkan karena ternyata saat ini ada orang Jepang di tempat saya
bekerja, walaupun bisa berbahasa Inggris bahkan sedikit demi sedikit fasih
bahasa Indonesia dan tinggal di dekat Osaka, tapi pada tahun 1995 dia belum
lahir.
Kenyataan yang cukup
menyedihkan, bahwa saya sudah “matang”, menghibur diri untuk tidak dikatakan
tuaJ J J




Komentar
Posting Komentar