Osaka,  musim gugur , 1995

 

Setelah melewati penerbangan yang memakan waktu , dan ini merupakan perjalanan ke luar negeri yang pertama utuk saya. Akhirnya setelah melihat awan hitam yang tebal dari jendela pesawat akhirnya nampak bandara Kansai seperti pulau yang terpisah . Pesawat SQ mendarat dengan mulus tanpa hentakan. Ternyata untuk sampai di AOTS Osaka harus melewati jembatan panjang , akhirnya  baru dapat informasi bahwa bandara Kansai adalah semacam pulau seperti mengapung dari reklamasi menggunakan pengolahan sampah, sebuah hal yang cukup mengesankan untuk zaman tersebut. Bahkan orang di Jepang katanya minum air bisa jadi setelah melewati 2 atau 3 tubuh orang sebelumnya.

Dengan terkantuk kantuk karena sampai di Jepang pada pagi hari Minggu dan suasana lumayan sepi sampailah ke kantor dan penginapan yang disebut sebagai AOTS hoteru (hotel) di Kansai Kenshu Center atau disebut KKC.

Harus melakukan registgrasi check in dan baru bisa masuk kamar pada jam 14.00 waktu setempat. Menunggu di lobby AOTS hoteru disediakan TV, saat itu ada tayangan live Mike Tyson vs Holyfield (part 1) . Menunggu jan masuk untuk check in , melihat perandingan tinju dengan berkelompok bersama orang Indonesia yang sudah tinggal lebih lama terlihat dari sikap duduk yang tidak bisa menyembunyikan rasa bosan hidup di Jepang.

 

Senin pagi ada sesi perkenalan dengan staff AOTS dan kelompok trainee (kenshusei) dari negara lain. Secara khusus ada staff AOTS cewek Jepang yang memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris, cukup manis dan saya pun membalas dalam bahasa Inggris, saat itu sedikit orang Jepang yang menguasai bahasa Inggris, mungkin hanya satu staff tersebut yang menguasai bahasa Inggris. Setelah perkenalan dan sesi budaya bahasa Jepang beserta tip praktis hidup di Jepang, sesi hari Senin tersebut diakhiri dengan melepas peserta trainee per kelompok dalam satu negara di pusat kota dengan beberapa tugas yang jawabannya harus dipresentasikan keesokkan harinya. Seperti harga apel , harga TV, nama stadion team Hanshin Tigers (team baseball Osaka) yang ternyata saat ditanyakan pada orang Jepang yang lewat jawabannya lucu karena katanhya dia orang baru di Osaka J , juga ada tugas yang unik untuk menanyakan kenapa ada istilah saya lupa nama daerahnya. Dan ketika ketemu dengan cewek Jepang dengan syall berbulu tetapi di sampingnya ada cowok dengan balutan jas dan perawakan berbobot , cerita nya panjang seperti perang antar dewa, ternyata itu nama daerah distrik merah yang arti namanya adalah cewek mudah dibawa J (berarti cowok disamping cewek adalah Yakuza sebagai pengawalnya, untung tidak ada keisengan menggoda cewek tersebut).

 

Sesi satu hari selesai dan cukup melelahkan, setelah balik dan mandi di AOTS hotel, biasa berkumpul teman teman Indonesia dan negara lain di lobby. Di AOTS hotel biasa ada panggilan telepon masuk dan diumumkan dengan sound system yang menyebar di dalam hotel. Samar samar dalam pengumuman yang masih saya ingat adalah pertam dinyatakan panggilan apakah international call atau local / domestic dari Jepang , kemudian nama yang dituju dari negara mana dan nomor kamar dalam bahasa Jepang dan Inggris bergantian.Paling sering adalah international call.

Jam mendekati pukul 16.00 ketika ada pengumuman panggilan telepon dari local (Jepang) menyebutkan nama saya , dari negara Indonesia dan nomor kamar hotel menggema memenuhi hotel.

Mengejutkan juga saya mendengar nya , siapa orang local (jepang) yang menelepon saya. Setelah masuk ke bilik telepon ternyata cewek Jepang yang memperkenalkan diri saat pagi tadi sekitar jam 9. Kaget juga Cuma 8 jam langsung berani menelpon dan saya ingat dalam pengumuman dia bisa menyebut nomor kamar hotel saya, keberanian yang cukup mengagetkan dan jadi pertanyaan apakah cewek Jepang seagresif ini. Walaupun dalam percakapan (tentu saja bahasa Inggris karena kemampuan bahasa Jepang saya levelnya menyedihkan) sering terdengar sendawa kemungkinan karena pengaruh minuman). Saya agak khawatir karena mungkin dia terpengaruh dengan minuman tetapi konyolnya saya mengajukan pertanyaan “Where are you now?”. Saya belum satu hari di Jepang dia menjelaskan pun yakin saya pasti tersesat bila ingin menemui nya.

 

Berkenalan dengan cewek Jepang dan menemani hari hari di Jepang yang bisa bahasa Inggris menjadi jebakan saya untuk bisa menguasai bahasa Jepang karena permintaan dia kalau bertemu dia minta berbahasa Inggris, alasannya supaya orang Jepang di sekitarnya tidak mengerti apa yang kita bicarakan. Hasilnya tentu saja saya tidak fasih bahasa Jepang dia tidak bisa bahasa Indonesia, jadi pemebelajaran di kemudian hari.

Alasan yang sebenarnya tidak usah dikhawatirkan karena ternyata saat ini ada orang Jepang di tempat saya bekerja, walaupun bisa berbahasa Inggris bahkan sedikit demi sedikit fasih bahasa Indonesia dan tinggal di dekat Osaka, tapi pada tahun 1995 dia belum lahir.

Kenyataan yang cukup menyedihkan, bahwa saya sudah “matang”, menghibur diri untuk tidak dikatakan tuaJ J J






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini