Burung hantu melihat dunia dengan cara yang jarang dimiliki predator lain. Matanya besar dan berbentuk tubular, terpasang tetap di rongga mata, sehingga mampu menangkap lebih banyak cahaya dan memberikan penglihatan malam yang luar biasa. Spesies seperti burung hantu serak memiliki konsentrasi tinggi sel batang pada retina, yang sangat peka terhadap cahaya redup, memungkinkan mereka mendeteksi mangsa bahkan dalam kondisi hampir gelap total. Karena bola matanya tidak bisa bergerak, mereka mengimbanginya dengan leher yang sangat fleksibel, mampu berputar hingga 270 derajat tanpa mengganggu aliran darah.

Perubahan “ekspresi” yang sering terlihat sebenarnya dipengaruhi oleh struktur wajahnya. Cakram wajah berfungsi seperti parabola alami yang mengarahkan suara ke telinga, sekaligus memengaruhi tampilan visualnya tergantung pada postur. Saat santai, bulu tersusun rapi dan mata setengah terpejam memberi kesan lembut atau bahkan lucu. Namun ketika waspada, bulu akan mengembang, pupil melebar, dan tubuh memanjang, menciptakan siluet yang lebih tegak dan mengintimidasi. Bukan karena kepribadiannya berubah, melainkan karena ia sedang menyesuaikan mode berburu secara langsung.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini