Dalam psikologi, ini berkaitan dengan non-verbal emotional regulation—kondisi ketika ketenangan muncul melalui kehadiran, sentuhan, dan ritme alami, bukan lewat percakapan. Hewan, alam, atau makhluk hidup lain memberi respons yang konsisten dan jujur, sehingga otak menangkapnya sebagai lingkungan aman. Kehadiran tanpa kata-kata membantu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatik (mode siaga/stres) dan mengaktifkan sistem parasimpatik yang bertanggung jawab atas rasa tenang. Penelitian menunjukkan bahwa berinteraksi dengan hewan dapat menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan oksitosin—hormon yang berperan dalam rasa aman dan keterikatan. Inilah sebabnya banyak orang merasa lebih lega di dekat hewan atau alam dibanding di tengah percakapan sosial yang menuntut energi emosional. Secara psikologis, hubungan non-verbal tidak mengancam identitas diri. Tidak ada penilaian, ekspektasi, atau tuntutan performa sosial. Dari situlah muncul rasa diterima apa adanya. Dalam dunia yang penuh tuntutan verbal dan kognitif, kehadiran makhluk hidup non-verbal menjadi ruang pemulihan—tempat sistem saraf bisa beristirahat tanpa harus menjadi siapa pun. Referensi: Porges, S. — Polyvagal Theory & Sense of Safety Beetz, A. et al. — Human–Animal Interaction & Stress Reduction Uvnäs-Moberg, K. — Oxytocin & Calm Social Bonding APA — Studies on Animal-Assisted Interventions & Emotional Regulation
Komentar
Posting Komentar