Dalam psikologi, ini dikenal sebagai avoidance cycle—pola di mana menghindari situasi yang menakutkan memberi rasa lega sesaat, tetapi justru memperkuat asosiasi ancaman di otak. Akibatnya, ketakutan tidak mengecil, malah semakin sensitif dan meluas. Fenomena ini dijelaskan melalui fear conditioning dan negative reinforcement. Saat seseorang menghindar, otak belajar bahwa “menghindar = aman”, sehingga rasa takut dipertahankan. Sebaliknya, ketika ketakutan dihadapi secara bertahap, terjadi habituation dan extinction learning: sistem saraf belajar bahwa ancaman tidak sebesar yang dibayangkan, sehingga respons cemas menurun secara alami. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis exposure—menghadapi ketakutan secara terukur dan konsisten—efektif menurunkan kecemasan jangka panjang. Bukan karena rasa takut langsung hilang, tetapi karena otak membangun memori baru yang lebih realistis. Di titik itu, kendali beralih dari rasa takut ke kesadaran, dan pengaruhnya pun semakin melemah. Referensi: Mowrer, O. — Avoidance Learning Theory Pavlov, I. — Fear Conditioning & Extinction Craske, M. — Exposure Therapy & Habituation APA — Studies on Anxiety, Avoidance, and Exposure

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini