Dalam psikologi, kehilangan orang terfavorit berkaitan dengan attachment loss dan pergeseran fokus ke self-prioritization. Saat figur yang menjadi sumber kenyamanan dan makna tidak lagi hadir, individu dipaksa mengisi kembali ruang yang kosong dengan sumber dukungan dari dalam diri. Proses ini sering kali menyakitkan, tetapi juga menjadi titik awal untuk membangun kemandirian emosional. Pola ini juga beririsan dengan self-differentiation dan identity rebuilding. Kehilangan figur penting memutus ketergantungan emosional yang sebelumnya kuat, sehingga individu mulai mengenali kembali kebutuhan, batas, dan nilai pribadinya. Prioritas perlahan bergeser dari mempertahankan keterikatan menuju merawat diri sendiri secara lebih sadar. Penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kehilangan dapat mendorong pertumbuhan psikologis melalui peningkatan self-awareness dan ketahanan mental. Menjadikan diri sendiri sebagai prioritas bukan berarti menghapus rasa cinta yang pernah ada, melainkan belajar tidak lagi mengorbankan diri demi kehilangan tersebut. Dari kehilangan, seseorang belajar hadir untuk dirinya sendiri dengan cara yang lebih utuh. Referensi: Bowlby, J. — Attachment Theory Mahler, M. S. — Separation–Individuation Theory Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. — Posttraumatic Growth Neff, K. D. — Self-Compassion and Psychological Well-Being

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini