Dalam psikologi perkembangan dan relasi, ini selaras dengan konsep role-based relationships—bahwa sebagian hubungan hadir untuk memenuhi kebutuhan emosional, pembelajaran, atau fase hidup tertentu, bukan selalu untuk selamanya. Berakhirnya hubungan tidak selalu berarti kegagalan, melainkan tanda bahwa fungsi psikologisnya telah selesai.
Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa banyak hubungan berakhir bukan karena kurangnya cinta, tetapi karena perubahan kebutuhan, nilai, dan arah hidup. Saat individu tumbuh, peran yang dulu relevan bisa menjadi tidak lagi selaras. Pada titik ini, mempertahankan hubungan justru berpotensi menimbulkan konflik, kelelahan emosional, atau kehilangan identitas diri. Perpisahan, dalam konteks ini, menjadi bentuk adaptasi, bukan penolakan.
Memahami bahwa setiap hubungan memiliki siklus membantu kita melepas tanpa harus membenci. Orang yang pernah hadir tetap memiliki makna karena ia berperan dalam membentuk versi diri kita hari ini. Ketika kita belajar menghargai peran itu tanpa memaksakan keberlanjutan, kita memberi ruang bagi fase hidup berikutnya—dan bagi orang-orang baru yang sesuai dengan masa yang sedang kita jalani.
Referensi:
• Journal of Social and Personal Relationships — Relationship Transitions & Life Phases
• American Psychological Association — Relationship Change & Psychological Adaptation
• Erikson, E. — Psychosocial Development & Life Stages
• Levinson, D. — Life Structure Theory & Adult Transitions
Penelitian dalam Journal of Social and Personal Relationships menunjukkan bahwa banyak hubungan berakhir bukan karena kurangnya cinta, tetapi karena perubahan kebutuhan, nilai, dan arah hidup. Saat individu tumbuh, peran yang dulu relevan bisa menjadi tidak lagi selaras. Pada titik ini, mempertahankan hubungan justru berpotensi menimbulkan konflik, kelelahan emosional, atau kehilangan identitas diri. Perpisahan, dalam konteks ini, menjadi bentuk adaptasi, bukan penolakan.
Memahami bahwa setiap hubungan memiliki siklus membantu kita melepas tanpa harus membenci. Orang yang pernah hadir tetap memiliki makna karena ia berperan dalam membentuk versi diri kita hari ini. Ketika kita belajar menghargai peran itu tanpa memaksakan keberlanjutan, kita memberi ruang bagi fase hidup berikutnya—dan bagi orang-orang baru yang sesuai dengan masa yang sedang kita jalani.
Referensi:
• Journal of Social and Personal Relationships — Relationship Transitions & Life Phases
• American Psychological Association — Relationship Change & Psychological Adaptation
• Erikson, E. — Psychosocial Development & Life Stages
• Levinson, D. — Life Structure Theory & Adult Transitions
Komentar
Posting Komentar