Dalam psikologi, pernyataan ini berkaitan dengan threat appraisal dan self-worth protection, yaitu cara sistem saraf menilai apakah suatu lingkungan aman atau mengancam harga diri. Situasi yang merendahkan atau mengabaikan nilai seseorang diproses otak sebagai ancaman sosial, sehingga respons stres terus aktif. Menjauh dari sumber ancaman membantu sistem saraf keluar dari mode siaga dan kembali ke kondisi yang lebih stabil. Pola ini juga beririsan dengan chronic stress dan emotional boundaries. Bertahan terlalu lama di lingkungan yang tidak menghargai memaksa tubuh beradaptasi secara tidak sehat—hormon stres tetap tinggi, emosi mudah terkuras, dan regulasi diri melemah. Menetapkan jarak bukan bentuk pelarian, melainkan strategi perlindungan psikologis agar energi mental dapat dipulihkan. Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan yang suportif berperan besar dalam pemulihan stres dan kesejahteraan emosional. Ketika individu memilih keluar dari situasi yang merendahkan, sistem saraf memiliki kesempatan untuk menenangkan diri dan membangun rasa aman kembali. Stabilitas sering kali dimulai dari keputusan untuk tidak terus bertahan di tempat yang melukai harga diri. Referensi: McEwen, B. S. — Chronic Stress and Allostatic Load Porges, S. W. — Polyvagal Theory Brown, B. — Boundaries and Self-Worth APA — Stress, Environment, and Emotional Regulation

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini