Hubungan yang saling menurunkan ego membentuk ruang aman psikologis, di mana kedua individu dapat mengekspresikan pikiran dan emosi tanpa takut direndahkan. Dalam psikologi relasi, kondisi ini meningkatkan psychological safety, sehingga komunikasi menjadi lebih jujur, terbuka, dan minim defensif. Secara emosional, ego yang tidak dominan mempermudah empati dan perspective-taking—kemampuan melihat dari sudut pandang pasangan. Ketika kedua pihak tidak sibuk mempertahankan citra diri, energi mental dapat dialihkan untuk memahami, bukan membela diri. Inilah yang membuat konflik lebih mudah diselesaikan tanpa eskalasi emosi. Dalam jangka panjang, dinamika setara memperkuat kelekatan yang aman (secure attachment) dan meningkatkan kepuasan hubungan. Relasi tidak lagi berorientasi pada menang–kalah, melainkan tumbuh bersama. Di titik ini, dihargai dan didengarkan bukan lagi tuntutan, tetapi menjadi fondasi alami dari kedekatan. Referensi: • Rogers — Person-Centered Therapy • Gottman — The Science of Trust and Relationships • Bowlby — Attachment Theory • APA — Psychological Safety in Relationships
Hubungan yang setara lebih memberikan banyak manfaat dibandingkan hubungan dengan bersifat hirarkis ada level yang berbeda.
Berdasarkan pengalaman saya bekerja dalam perusahaan keluarga dimana pemilik tidak memberikan ruang profesionalisme banyak kerugian disebabkan pekerjaan tidak ditangani secara profesional. Demikian juga hubungan atasan bawahan dengan ego yang telalu tinggi pada atasan, sering ide gagasan bawahan yang baik tidak terlaksana. Kerugian karena seharusnya pencapaian bisa jauh lebih baik tapi tidak terjadi!Untuk kasus up to bottom approach sesuai bila organisasi belum matang dan skill serta knowledge yang gap nya terlalu besar. Namun bila organisasi berkembang, pendekatannya juga mulai pelan pelan diubah.
Komentar
Posting Komentar