Ini bukan lagi bentuk penyesalan, melainkan upaya menjaga kenyamanan diri sendiri tanpa benar-benar memperbaiki perilaku. Kata “maaf” dipakai sebagai alat meredakan konflik, bukan komitmen untuk berubah. Dalam studi psikologi hubungan, pola ini termasuk cycle of pseudo-remorse—siklus ketika seseorang berjanji untuk berubah, tetapi tetap mengulangi tindakan yang sama. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pola ini cenderung menggunakan emosi, kata-kata manis, atau merendah untuk menghindari tanggung jawab. Mereka meredam tegangan sesaat, namun tidak membangun perubahan jangka panjang. Dampaknya, pihak yang peduli justru kelelahan secara emosional karena merasa diminta memahami terus-menerus. Mengenali pola seperti ini penting agar kita tidak terjebak dalam hubungan yang membuat batas diri terkikis. Perubahan nyata selalu terlihat dari konsistensi tindakan, bukan dari berapa sering seseorang meminta maaf. Ketika perilaku tidak berubah, itu bukan “khilaf”, tapi pilihan. Dan kadang, menjaga jarak adalah bentuk perlindungan diri yang paling sehat. Referensi: • Gottman Institute — Repair Attempts & Relationship Patterns • APA — Manipulative Communication & Pseudo-Remorse Studies • Ford, J. — Emotional Boundaries & Repeated Conflict Dynamics #PseudoRemorse #MaafPalsu #CycleOfApologies #KonsistensiBicara #PerubahanNyata #JanganTerjebak #BatasanSehat #LindungiEnergi #HindariManipulasi #MoveOn
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
Komentar
Posting Komentar