Kemampuan menjaga suasana hati tetap stabil meski banyak pemicu negatif berkaitan dengan emotion regulation, yaitu cara otak mengelola respons emosional sebelum emosi itu menguasai perilaku. Orang dengan regulasi emosi yang baik bukan tidak punya masalah, tetapi mampu memisahkan peristiwa eksternal dari kondisi batin. Ini membuat suasana hati tidak mudah dikendalikan oleh hal-hal kecil yang sebenarnya tidak mengancam.
Secara biologis, menjaga good mood membantu sistem saraf tetap berada pada kondisi seimbang. Ketika kita memilih respons yang lebih tenang—seperti menarik napas perlahan, menunda reaksi, atau mengalihkan perhatian sejenak—aktivitas amigdala menurun dan korteks prefrontal kembali mengambil alih pengambilan keputusan. Contoh sederhana: berhenti scrolling saat mulai kesal, berjalan sebentar, minum air, atau memutar musik yang familiar untuk menurunkan ketegangan.
Secara psikologis, kebiasaan kecil ini membangun sense of control terhadap diri sendiri. Good mood bukan berarti menyangkal emosi negatif, tetapi memilih untuk tidak tinggal terlalu lama di dalamnya. Dalam jangka panjang, kemampuan ini meningkatkan resiliensi, membuat seseorang lebih tahan tekanan, dan tidak mudah kelelahan secara mental meski hidup tidak selalu ramah.
Referensi:
Gross, J. — Emotion Regulation Theory
APA — Emotional Regulation and Mental Health
Porges, S. — Polyvagal Theory
Davidson, R. — Emotional Style and Resilience
Bahagia itu adalah pilihan kita. Kita memilih mau bahagia atau tidak!
Komentar
Posting Komentar