Ketika situasi tidak bisa diubah, tekanan psikologis sering muncul karena adanya jarak antara harapan dan realitas. Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan locus of control: saat kendali eksternal terlalu kuat, satu-satunya wilayah yang masih bisa diatur adalah respons internal—cara berpikir, bersikap, dan memaknai keadaan. Mengubah diri bukan berarti menyerah, melainkan bentuk adaptasi psikologis. Otak manusia memiliki kemampuan cognitive reappraisal, yaitu menilai ulang situasi agar beban emosionalnya berkurang. Dengan menggeser fokus dari “mengapa ini terjadi” ke “apa yang bisa aku pelajari”, emosi negatif menjadi lebih terkelola dan energi mental tidak habis untuk melawan hal yang tak bisa dikendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa penerimaan realistis terhadap keadaan justru meningkatkan ketahanan mental. Bukan karena situasi menjadi lebih mudah, tetapi karena individu berhenti berkonflik dengan kenyataan. Perubahan diri dalam konteks ini adalah bentuk kedewasaan psikologis: memahami batas kendali, tanpa kehilangan arah dan nilai diri. Referensi: Rotter, J. — Locus of Control Gross, J. — Cognitive Reappraisal & Emotion Regulation Hayes, S. — Acceptance and Commitment Therapy (ACT) APA — Coping With Uncontrollable Situations

Lebih mudah mengendalikan diri dan mengikuti kondisi saat ini walau untuk sementara. Adaptif adalah salah satu tindakan yang diperlukan untuk menghadapi perubahan. Sebagai salah satu strategi untuk tidak bersdifat seolah olah frontal.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini