Kisah Deng dan Ye menyentuh hati jutaan orang di Tiongkok maupun dunia. Setelah Ye jatuh koma dan mengalami kelumpuhan, ia memohon kepada suaminya untuk merelakannya pergi—ia takut biaya pengobatannya akan menghancurkan finansial keluarga mereka. Namun, Deng menolak untuk menyerah. Ia membawa istrinya pulang, merawatnya siang dan malam, dan terus memupuk harapan meski dokter telah menyarankan keluarga untuk menghentikan perawatan intensif. Saat orang-orang terdekat datang untuk mengucapkan perpisahan, putri mereka mencium pipi Ye dengan lembut—momen yang sempat direkam oleh Deng dan dibagikan ke media sosial. Video tersebut viral, memicu gelombang dukungan dan donasi dari seluruh negeri. Dengan bantuan tersebut, Deng membawa Ye kembali ke rumah sakit... dan tiga bulan kemudian, sebuah keajaiban terjadi. Ye terbangun dari komanya. Dua bulan setelah sadar, ia mulai bisa bicara lagi—dan kata pertama yang ia ucapkan adalah "terima kasih", yang ditujukan khusus untuk pria yang tak pernah beranjak dari sisinya. Deng memutuskan berhenti bekerja demi merawat istrinya sepenuhnya; membantunya belajar berjalan, berbicara, hingga kembali tersenyum. Seiring berjalannya waktu, Ye pulih dan bahkan mampu membuka kedai kecil di pinggir jalan, mendapatkan kembali kemandiriannya. Perjalanan mereka menjadi pengingat yang luar biasa tentang kekuatan cinta, kesabaran, dan pengabdian yang tak tergoyahkan.
Ketika pasangan hidup seperti partner dalam menjalani hidup , kehilangan partner seperti kehilangan separah nyawa seperti istilah garwa (Jawa) : sinigaring nyawa (belahan nyawa).
Komentar
Posting Komentar