Manusia wajar kalau ingin melupakan hari-hari sulit. Luka terlalu berat untuk terus diingat, dan hidup memang harus berjalan ke depan. Ingatan tentang jatuh sering kita kubur pelan-pelan, bukan karena ingrat, tapi karena ingin bernapas tanpa beban. Namun ada satu hal yang tak seharusnya ikut terkubur: orang-orang yang mengulurkan tangan saat kita nyaris menyerah. Mereka hadir ketika kita belum apa-apa, ketika nama kita belum berarti, dan saat dunia terasa sempit. Mereka tidak menolong karena kita hebat, tapi karena kita sedang rapuh. Hari buruk boleh pudar dari ingatan, tapi kebaikan manusia lain pantas tinggal lebih lama. Sebab siapa kita hari ini, sedikit banyak dibentuk oleh mereka yang memilih peduli saat kita paling tidak layak diperjuangkan. Mengingat mereka adalah bentuk kejujuran pada perjalanan hidup sendiri.

Komentar
Posting Komentar