Rekaman ini menampilkan sebelas mobil yang bergerak dalam satu rangkaian drift terstruktur, menunjukkan tingkat presisi dan koordinasi yang jarang terlihat di dunia otomotif. Setiap kendaraan dikendalikan pada batas traksi, meluncur menyamping dengan jarak yang konsisten dan pergerakan yang selaras, meski berlangsung pada kecepatan tinggi. Formasi seperti ini menuntut penguasaan teknik yang sangat matang. Pengemudi harus menjaga keseimbangan tenaga, arah kemudi, dan respons kendaraan secara simultan, sambil menyesuaikan gerakan mereka dengan mobil lain di sekitarnya. Sedikit saja kesalahan dapat memecah formasi dan mengakhiri manuver secara keseluruhan. Lebih dari sekadar aksi ekstrem, drifting terkoordinasi mencerminkan kombinasi antara kemampuan teknis kendaraan performa tinggi dan disiplin para pengemudi profesional. Hasilnya adalah sebuah pertunjukan otomotif yang mengaburkan batas antara olahraga balap dan koreografi, di mana presisi menjadi elemen utama dari setiap gerakan. —
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
Komentar
Posting Komentar