Secara psikologis, emosi sedih memang memicu proses belajar yang lebih dalam dibandingkan saat kita merasa bahagia. Riset menunjukkan bahwa ketika seseorang mengalami emosi negatif seperti kehilangan, kecewa, atau kegagalan, otak memasuki mode analytic thinking — sebuah kondisi di mana kita lebih reflektif, lebih detail-oriented, dan lebih peka terhadap informasi penting. Pada momen inilah seseorang sering mendapatkan wawasan baru, menilai ulang keputusan, dan memahami diri sendiri dengan lebih jujur. Kesedihan juga membuat manusia lebih sadar akan risiko dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah berikutnya. Berbeda dengan saat bahagia, di mana otak cenderung mengambil keputusan lebih cepat, lebih optimis, dan kurang memperhatikan detail. Karena itu, banyak perubahan besar dalam hidup — memperbaiki kebiasaan, meninggalkan lingkungan yang toksik, atau membangun batasan — justru terjadi setelah masa-masa yang berat. Emosi rendah memaksa kita melihat hal-hal yang sebelumnya kita abaikan. Namun bukan berarti kesedihan selalu buruk. Dalam psikologi emosi, perasaan sedih yang terolah dengan baik dapat menjadi functional emotion — emosi yang mendorong pemahaman diri, kedewasaan, dan penyesuaian perilaku. Ketika kita menerima perasaan itu, bukan menolaknya, otak belajar membentuk koneksi baru dan membangun ketahanan mental yang lebih kuat. Itulah alasan mengapa masa tersulit sering menjadi guru terbaik dalam hidup. Referensi: – Forgas, J. (2013) — Affect Infusion Theory & Mood Effects on Thinking – Baumeister et al. — Negative Emotions and Deep Learning – Lazarus & Folkman — Stress, Appraisal, and Coping – APA: Emotional Processing & Adaptive Negative Mood Studies
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
Komentar
Posting Komentar