Solitude adalah kesendirian yang dipilih secara sadar, bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai ruang untuk bernapas secara psikologis. Dalam kondisi ini, sistem saraf berada pada keadaan lebih tenang karena tidak ada tuntutan sosial yang harus dipenuhi. Otak menggunakan waktu solitude untuk mengatur ulang emosi, memproses pengalaman, dan memperkuat kesadaran diri tanpa distraksi eksternal. Secara psikologis, solitude berperan penting dalam pembentukan identitas dan regulasi emosi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa waktu sendirian yang sehat membantu meningkatkan kreativitas, kejernihan berpikir, serta kemampuan memahami perasaan sendiri. Kesendirian yang dipilih memberi rasa kendali, sehingga tidak memicu rasa terancam atau ditinggalkan. Sebaliknya, loneliness muncul ketika kesendirian tidak diinginkan dan kebutuhan akan koneksi tidak terpenuhi. Kondisi ini diproses otak sebagai sinyal kehilangan sosial, yang dapat memicu stres dan rasa terisolasi. Perbedaannya terletak pada pilihan dan makna: solitude memulihkan, sementara loneliness menguras. Referensi: Long, C. R., & Averill, J. R. — Solitude and Psychological Well-Being Larson, R. W. — The Solitary Side of Life Cacioppo, J. T. — Loneliness: Human Nature and the Need for Social Connection

Saya memilih sendirian untuk melakukan self reflection karena menurut saya melakukan sendirian lebih indah!



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini