Dalam banyak penelitian, ayam ternyata punya kemampuan kognitif yang cukup kompleks. Mereka bisa belajar, mengingat, bahkan mengambil keputusan berdasarkan pengalaman (Marino, 2017).

Namun dalam situasi tertentu, ayam cenderung memilih apa yang paling terlihat jelas atau terakhir dilihat, bukan membandingkan secara abstrak. Akibatnya, pilihan yang tampak “meyakinkan” bisa lebih dipilih, meski belum tentu paling menguntungkan.

Menariknya, manusia juga sering begitu. Dalam psikologi, Daniel Kahneman dan Amos Tversky menjelaskan bahwa kita sering memakai heuristic, yaitu cara cepat mengambil keputusan tanpa analisis mendalam.

Ditambah availability bias, kita cenderung memilih berdasarkan apa yang paling terlihat, paling mudah diingat, atau paling terasa nyata saat itu.

Tanpa sadar, kita bisa melewatkan pilihan yang sebenarnya lebih baik, hanya karena tidak terlihat mencolok di awal.

Kadang, yang paling jelas di depan mata
belum tentu yang paling bernilai.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini