Pada tahun 1989, Nike membuat iklan yang menampilkan suku Samburu di Kenya mengenakan sepatu lari mereka. Di akhir video, seorang pria berbicara dalam bahasa Maa sementara slogan "Just Do It" muncul di layar. Nike mengira pria itu sedang memuji produk mereka, padahal sebenarnya tim kreatif Nike hanya mengandalkan penerjemah bahasa Swahili yang sama sekali tidak paham bahasa asli suku tersebut.

Karena merasa tidak akan ada yang tahu, Nike tetap menayangkan iklan itu secara global. Sialnya, seorang profesor antropologi yang pernah tinggal bersama suku tersebut membongkar rahasia konyol ini. Ternyata, alih-alih berkata "Just Do It" pria dalam iklan itu sebenarnya sedang mengeluh: "Saya tidak mau ini. Beri saya sepatu yang lebih besar!"

Iklan keren itu pun berubah menjadi momen paling memalukan bagi Nike karena ternyata sang model iklan justru sedang melayangkan protes lewat bahasa daerahnya.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini