Yue Li, seorang wanita asal Tiongkok yang lahir pada era 1980-an, pernah menjalani hidup sebagai senior manager di perusahaan properti besar di Beijing. Hampir 20 tahun ia bekerja dalam ritme yang sangat melelahkan: hingga 300 hari perjalanan dinas setiap tahun, jam kerja panjang tanpa henti, dan sekitar 4 jam perjalanan pulang-pergi setiap hari.
Tekanan kerja ekstrem—bahkan melampaui budaya kerja “996”—akhirnya membuatnya mengalami burnout berat yang berdampak serius pada kesehatan fisik dan mentalnya.
Namun pada akhir 2025, hidupnya berubah drastis. Saat berkunjung ke Zhoushan, Yue Li menemukan lowongan pekerjaan sebagai inspektur kualitas di sebuah fasilitas pakan ikan di Pulau Dongzhai—pulau terpencil yang hampir tidak berpenghuni di Laut China Timur.
Ia pun mengambil keputusan berani: mengundurkan diri dari kariernya dan memulai hidup baru di sana sejak pertengahan Desember 2025.
Kini Yue Li tinggal sendirian di pulau yang sangat terpencil, sekitar 40 km dari wilayah berpenghuni terdekat. Dengan gaji sekitar 430 dolar per bulan, pekerjaannya adalah memeriksa peralatan pakan ikan, mencatat suhu air, kondisi ombak, serta memantau pertumbuhan ikan.
Meski harus menghadapi badai, kebocoran di tempat tinggalnya, dan kesunyian yang luar biasa, ia justru menemukan sesuatu yang lama hilang dari hidupnya: ketenangan. Di sela pekerjaannya, ia memancing kepiting dan belut, menikmati matahari terbenam, dan menjalani hidup yang jauh lebih damai dibanding masa lalunya yang penuh tekanan.
Kadang, meninggalkan segalanya bukanlah kegagalan—melainkan cara untuk menyelamatkan diri sendiri.
Tekanan kerja ekstrem—bahkan melampaui budaya kerja “996”—akhirnya membuatnya mengalami burnout berat yang berdampak serius pada kesehatan fisik dan mentalnya.
Namun pada akhir 2025, hidupnya berubah drastis. Saat berkunjung ke Zhoushan, Yue Li menemukan lowongan pekerjaan sebagai inspektur kualitas di sebuah fasilitas pakan ikan di Pulau Dongzhai—pulau terpencil yang hampir tidak berpenghuni di Laut China Timur.
Ia pun mengambil keputusan berani: mengundurkan diri dari kariernya dan memulai hidup baru di sana sejak pertengahan Desember 2025.
Kini Yue Li tinggal sendirian di pulau yang sangat terpencil, sekitar 40 km dari wilayah berpenghuni terdekat. Dengan gaji sekitar 430 dolar per bulan, pekerjaannya adalah memeriksa peralatan pakan ikan, mencatat suhu air, kondisi ombak, serta memantau pertumbuhan ikan.
Meski harus menghadapi badai, kebocoran di tempat tinggalnya, dan kesunyian yang luar biasa, ia justru menemukan sesuatu yang lama hilang dari hidupnya: ketenangan. Di sela pekerjaannya, ia memancing kepiting dan belut, menikmati matahari terbenam, dan menjalani hidup yang jauh lebih damai dibanding masa lalunya yang penuh tekanan.
Kadang, meninggalkan segalanya bukanlah kegagalan—melainkan cara untuk menyelamatkan diri sendiri.

Komentar
Posting Komentar