Di sebuah momen yang tenang… seorang anak kecil bertemu seekor kucing. Tidak ada suara keras. Tidak ada paksaan. Hanya rasa ingin tahu… yang pelan-pelan mendekat. Tangan kecil itu terulur— ragu, tapi penuh ketulusan. Dan kucing itu… tidak menjauh. Ia hanya diam. Mengamati. Merasakan. Seolah tahu— bahwa yang mendekat bukan ancaman. Melainkan… kepolosan. Tanpa kata-kata, tanpa aturan— kepercayaan mulai terbentuk. Karena kucing peka terhadap perasaan. Nada. Gerakan kecil. Dan ketika seorang anak datang dengan lembut… mereka pun membalas dengan ketenangan. Momen sederhana ini mengajarkan sesuatu yang tak terlihat— tentang empati. tentang rasa hormat. tentang kebaikan. Bukan lewat kata-kata… tapi lewat perasaan. Karena terkadang, hubungan paling tulus tidak perlu dijelaskan. Ia hanya… terjadi.
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
Komentar
Posting Komentar