“Ijazah telah menjadi sakramen dalam agama sekuler bernama sekolah, sebuah tiket masuk ke dalam sistem yang justru melumpuhkan otonomi kita.” Kutipan tajam Ivan Illich ini menelanjangi paradoks pendidikan hari ini. Ijazah kian mahal, tetapi janji mobilitas sosialnya kian mengingkari pemegangnya. Kita terjebak dalam sistem yang memuja sertifikat pendidikan dan pelatihan tetapi melumpuhkan kebijaksanaan, mengubah manusia dari subjek yang berdaya menjadi konsumen pasif yang selalu merasa kurang.
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

Komentar
Posting Komentar