Jabatan tinggi tidak selalu berarti harus menikmati lebih banyak. Begitulah prinsip yang dipegang teguh oleh Gilles Lazar, wali kota baru Héricourt, sebuah kota kecil di Prancis.
Sejak resmi menjabat, Lazar membuat keputusan yang langsung menyita perhatian publik. Ia memilih untuk MEMANGKAS tunjangan jabatannya sendiri hingga setara dengan tunjangan para wakil walikota di bawahnya. Selisihnya? Sekitar 1.800 euro per bulan, atau sekitar 31 juta rupiah.
Dan uang itu tidak ia simpan. Setiap bulan, selama masa jabatannya, seluruh selisih tunjangan tersebut akan disumbangkan langsung ke dua lembaga sosial setempat, yaitu Restos du Coeur, organisasi nirlaba yang menyediakan makanan gratis bagi warga kurang mampu, dan Magasin Alimentaire Social, semacam toko pangan sosial untuk keluarga yang membutuhkan.
Tapi Lazar tidak berhenti di sana. Donasi bulanan itu juga dirancang untuk memberikan sesuatu yang lebih nyata, yakni gedung baru dan fasilitas yang lebih layak bagi kedua lembaga tersebut. Dengan tempat yang lebih baik, mereka bisa melayani lebih banyak orang dan para relawan pun bisa bekerja dengan lebih nyaman.
Di tengah banyaknya berita tentang pejabat yang justru memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, pilihan Lazar menjadi cermin yang langka, bahwa kekuasaan bisa digunakan untuk benar-benar melayani.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini