Katanya kita sudah masuk era 'Merdeka Belajar', tapi kenapa di lapangan kita masih dij4jah oleh angka-angka kaku?
Banyak kebijakan di daerah atau syarat masuk institusi yang masih mendewakan nilai di atas kertas sebagai satu-satunya tolok ukur kecerdasan. Kita dipaksa menjadi rata-rata di semua bidang, sampai kita lupa cara menjadi luar biasa di satu bidang.
Dunia sudah berubah. Di luar sana, perusahaan tidak lagi bertanya seberapa hafal kamu dengan rumus kuno, tapi seberapa kreatif kamu memecahkan masalah. Mereka mencari skill praktis, kemampuan adaptasi, dan soft skills yang tidak pernah ada nilainya di rapor.
Lihatlah di sekitar kita. Konten kreator sukses, desainer otodidak yang mendunia, hingga para teknisi andal lahir dari jalur non-formal. Namun, birokrasi pendidikan kita seolah menutup mata. Mereka masih merasa bahwa 'pintar' itu mutlak harus punya IPK tinggi atau nilai ijazah yang sempurna.
Standar ini sudah tidak lagi relate. Memaksa standar akademik yang kaku di tengah ledakan industri kreatif sama saja dengan memotong sayap burung hanya agar ia bisa berjalan sama rata dengan yang lain.
Jangan sampai ijazahmu hanya menjadi bukti bahwa kamu pernah sekolah, tapi gagal membuktikan bahwa kamu punya karya.
Banyak kebijakan di daerah atau syarat masuk institusi yang masih mendewakan nilai di atas kertas sebagai satu-satunya tolok ukur kecerdasan. Kita dipaksa menjadi rata-rata di semua bidang, sampai kita lupa cara menjadi luar biasa di satu bidang.
Dunia sudah berubah. Di luar sana, perusahaan tidak lagi bertanya seberapa hafal kamu dengan rumus kuno, tapi seberapa kreatif kamu memecahkan masalah. Mereka mencari skill praktis, kemampuan adaptasi, dan soft skills yang tidak pernah ada nilainya di rapor.
Lihatlah di sekitar kita. Konten kreator sukses, desainer otodidak yang mendunia, hingga para teknisi andal lahir dari jalur non-formal. Namun, birokrasi pendidikan kita seolah menutup mata. Mereka masih merasa bahwa 'pintar' itu mutlak harus punya IPK tinggi atau nilai ijazah yang sempurna.
Standar ini sudah tidak lagi relate. Memaksa standar akademik yang kaku di tengah ledakan industri kreatif sama saja dengan memotong sayap burung hanya agar ia bisa berjalan sama rata dengan yang lain.
Jangan sampai ijazahmu hanya menjadi bukti bahwa kamu pernah sekolah, tapi gagal membuktikan bahwa kamu punya karya.

Komentar
Posting Komentar