Najwa Shihab menyentuh realitas yang sering terasa pahit dalam hubungan: ketertarikan awal biasanya lahir dari apa yang terlihat baik, menarik, atau menguntungkan. Kelebihan membuat orang datang, membuat kita tampak bernilai di mata mereka. Tapi itu baru permukaan. Ketika waktu berjalan, sisi yang lebih jujur mulai terlihat—kekurangan, kebiasaan buruk, luka, atau hal-hal yang tidak selalu nyaman. Di titik ini, hubungan diuji. Tidak semua orang siap menerima versi utuh dari seseorang. Sebagian hanya ingin menikmati yang indah tanpa bersedia menghadapi yang rumit. Di situlah letak perbedaannya: antara orang yang sekadar tertarik dan orang yang benar-benar menerima. Bertahan bukan soal menemukan yang sempurna, tapi tentang kesediaan untuk tetap ada meski sudah melihat sisi yang tidak sempurna.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini