Najwa Shihab menyentuh realitas yang sering terasa pahit dalam hubungan: ketertarikan awal biasanya lahir dari apa yang terlihat baik, menarik, atau menguntungkan. Kelebihan membuat orang datang, membuat kita tampak bernilai di mata mereka. Tapi itu baru permukaan. Ketika waktu berjalan, sisi yang lebih jujur mulai terlihat—kekurangan, kebiasaan buruk, luka, atau hal-hal yang tidak selalu nyaman. Di titik ini, hubungan diuji. Tidak semua orang siap menerima versi utuh dari seseorang. Sebagian hanya ingin menikmati yang indah tanpa bersedia menghadapi yang rumit. Di situlah letak perbedaannya: antara orang yang sekadar tertarik dan orang yang benar-benar menerima. Bertahan bukan soal menemukan yang sempurna, tapi tentang kesediaan untuk tetap ada meski sudah melihat sisi yang tidak sempurna.
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...

Komentar
Posting Komentar