Siapa sangka pendiri restoran besar seperti Wendy’s ternyata pernah putus sekolah? Kisah Dave Thomas membuktikan kalau sukses bukan berarti berhenti belajar.
Sejak kecil, hidup Dave tidak mudah. Ia diadopsi saat bayi dan sering pindah-pindah tempat tinggal bersama ayah angkatnya. Di usia 12 tahun, ia sudah mulai bekerja di restoran. Lalu pada umur 15 tahun, Dave memutuskan keluar sekolah dan fokus kerja penuh waktu.
Kariernya terus naik. Ia sempat membantu mengembangkan beberapa gerai KFC, lalu mendirikan Wendy's pada tahun 1969. Nama Wendy’s sendiri diambil dari julukan putri bungsunya.
Tapi bagian paling menarik dari hidupnya justru datang saat sudah kaya raya.
Pada tahun 1993, di usia 60 tahun lebih, Dave kembali belajar untuk mendapatkan ijazah setara SMA (GED). Alasannya sederhana tapi dalam: ia takut anak muda menganggap putus sekolah itu tidak masalah hanya karena melihat dirinya sukses.
Ia ingin memberi contoh bahwa pendidikan tetap penting, berapa pun usia kita.
Langkah Dave ini membuat banyak orang kagum. Seorang miliarder rela duduk di kelas demi menyampaikan pesan bahwa belajar tidak pernah terlambat.
Dave Thomas meninggal pada tahun 2002, tetapi kisah hidupnya masih dikenang sampai sekarang. Bukan cuma karena burger kotaknya, tapi karena kerendahan hati dan pesan hidupnya.
Kadang yang paling hebat bukan orang yang cepat sukses, tapi orang yang mau kembali memperbaiki hal yang pernah ia tinggalkan. π
Sejak kecil, hidup Dave tidak mudah. Ia diadopsi saat bayi dan sering pindah-pindah tempat tinggal bersama ayah angkatnya. Di usia 12 tahun, ia sudah mulai bekerja di restoran. Lalu pada umur 15 tahun, Dave memutuskan keluar sekolah dan fokus kerja penuh waktu.
Kariernya terus naik. Ia sempat membantu mengembangkan beberapa gerai KFC, lalu mendirikan Wendy's pada tahun 1969. Nama Wendy’s sendiri diambil dari julukan putri bungsunya.
Tapi bagian paling menarik dari hidupnya justru datang saat sudah kaya raya.
Pada tahun 1993, di usia 60 tahun lebih, Dave kembali belajar untuk mendapatkan ijazah setara SMA (GED). Alasannya sederhana tapi dalam: ia takut anak muda menganggap putus sekolah itu tidak masalah hanya karena melihat dirinya sukses.
Ia ingin memberi contoh bahwa pendidikan tetap penting, berapa pun usia kita.
Langkah Dave ini membuat banyak orang kagum. Seorang miliarder rela duduk di kelas demi menyampaikan pesan bahwa belajar tidak pernah terlambat.
Dave Thomas meninggal pada tahun 2002, tetapi kisah hidupnya masih dikenang sampai sekarang. Bukan cuma karena burger kotaknya, tapi karena kerendahan hati dan pesan hidupnya.
Kadang yang paling hebat bukan orang yang cepat sukses, tapi orang yang mau kembali memperbaiki hal yang pernah ia tinggalkan. π

Komentar
Posting Komentar