Tidak semua perjalanan berjalan lurus seperti rencana awal. Ada momen ketika seseorang sudah berjalan cukup jauh, tapi mulai merasa arah yang ditempuh tidak lagi sesuai. Awalnya ragu, karena merasa sudah menghabiskan waktu dan tenaga. Ada dorongan untuk tetap melanjutkan, hanya karena tidak ingin semuanya terasa sia-sia. Padahal melanjutkan ke arah yang salah justru bisa membuat kerugian lebih besar. Bukan hanya soal waktu, tapi juga tentang hidup yang dijalani dengan perasaan yang tidak tepat. Mengubah arah memang tidak mudah, karena harus mengakui bahwa ada keputusan yang perlu diperbaiki. Tapi di situlah letak keberanian yang sebenarnya, bukan pada bertahan, tapi pada kemampuan untuk berhenti dan memilih ulang. Mungkin memulai kembali bukan tanda kegagalan, tapi bentuk kejujuran pada diri sendiri. Bahwa tujuan bukan sekadar tempat untuk sampai, tapi sesuatu yang harus benar-benar sesuai dengan apa yang ingin dijalani. Dan ketika seseorang berani berputar arah, ia memberi kesempatan pada dirinya untuk tidak hanya sampai, tapi juga merasa tepat di tempat yang ia tuju.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini