Ada anak lahir di rumah yang kalau hujan harus mindah ember karena atap bocor. Ada yang lahir di rumah yang garasinya lebih besar dari kontrakan satu RT. Tidak ada yang bisa milih tombol “start” hidupnya. Tapi anehnya, hidup sering jungkir balik justru setelah garis start itu. Dan lucunya, sejarah lebih sering mencatat kesuksesan pada orang yang kepepet daripada orang yang terlalu nyaman. — — Orang lapar biasanya kreatif. Orang terlalu kenyang sering ngantuk. Keterbatasan itu memang tidak enak. Tapi bisa menjadi olahraga terbaik untuk melatih mental. Saya sering lihat (dan mengalami sendiri), orang miskin bekerja dan belajar seperti dikejar puluhan ekor anjing galak. Capek memang. Tapi bikin lari lebih cepat. Mereka tahu, kalau berhenti sebentar saja, tamatlah sudah alkisah kami. Sebaliknya, tidak sedikit anak yang lahir dengan privilege lengkap: sekolah bagus, koneksi bagus, modal ada, wifi kencang, kopi mahal, motivasi tinggal download. Tapi hidupnya malah muter-muter seperti loading circle. Karena terlalu nyaman itu kadang lebih berbahaya daripada terlalu susah. Maka, sangan terlalu sombong lahir di keluarga berada. ATM orang tua bukan achievement pribadi. Itu cuma kebetulan biologis. Dan jangan terlalu minder lahir dari bawah. Banyak orang besar justru lahir dari hidup yang tidak memberi mereka pilihan selain menjadi kuat.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini