Cerdas cermat MPR ini cuma puncak gunung es. Karena banyak dari kita sudah terlalu familiar dengan cerita beginian. Di kompetisi anak-anak di Indonesia, ketidakadilan bukan hal baru. Pencurian usia, pemain titipan, juri yang nggak netral, keputusan yang gengsi dikoreksi, sampai peserta yang akhirnya kalah mental duluan. Dan yang paling bahaya, sering kali anak-anak dipaksa menerima semuanya dengan kalimat: “yaudah, terima aja.” Padahal kompetisi seharusnya mengajarkan sportivitas, bukan membiasakan anak melihat ketidakadilan sebagai hal normal. Karena yang rusak bukan cuma hasil lombanya. Tapi cara anak-anak memandang kejujuran, usaha, dan keadilan setelahnya.
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...

Komentar
Posting Komentar