Di banyak tim, ada satu pola yang sering dianggap normal. Kalau ada deadline mepet, kasih ke orang yang paling cepat. Kalau ada masalah mendadak, lempar ke orang yang paling bisa diandalkan. Kalau ada rekan kerja yang tidak perform, suruh orang terbaik untuk backup. Awalnya terlihat seperti bentuk kepercayaan. Dan orang-orang terbaik biasanya menerima itu. Mereka ingin membantu. Mereka ingin tim tetap jalan. Mereka punya standar tinggi terhadap dirinya sendiri. Tapi lama-lama, mereka mulai sadar sesuatu. Orang yang perform buruk tidak benar-benar diperbaiki. Orang yang tidak bertanggung jawab tetap dibiarkan. Dan satu-satunya “solusi” adalah terus membebani orang yang paling bisa diandalkan. Di titik itu, masalahnya bukan lagi soal workload. Masalahnya adalah rasa adil. Karena orang hebat tidak burnout hanya karena banyak kerja. Mereka burnout ketika merasa kompetensinya hanya dimanfaatkan, bukan dikembangkan. Mereka burnout ketika excellence berubah menjadi penalti. Dan saat mereka akhirnya berhenti peduli, berhenti volunteer, atau bahkan resign perusahaan sering bilang “padahal dia dulu paling loyal.” Padahal mereka tidak berubah tiba-tiba. Mereka hanya lelah menjadi solusi untuk masalah yang tidak pernah benar-benar diselesaikan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini