Sebuah insiden mengerikan terekam di lokasi konstruksi large-span space frame. Dua pekerja terlihat terlibat perkelahian hebat di atas struktur tinggi, mengabaikan risiko maut yang mengintai. Dalam cuplikan tersebut, salah satu pekerja bahkan sempat terjatuh dan beruntung nyawanya masih terselamatkan oleh safety harness yang terpasang. Akibat tindakan konyol ini, konsekuensi berat harus diterima. kedua pekerja langsung dipecat, kontraktor dijatuhi denda sebesar $15,000 (sekitar Rp240 juta), dan proyek terpaksa dihentikan sementara selama 3 hari. Kejadian ini membuktikan bahwa di industri konstruksi, keselamatan dan kontrol diri bukanlah pilihan, melainkan fondasi utama. Satu kesalahan kecil karena ego bisa menghancurkan karir, proyek, dan nyawa. Reminder Tinggalkan Ego Sebelum Memanjat. Lokasi kerja, terutama di ketinggian, adalah tempat yang memerlukan konsentrasi penuh dan kerja sama tim. Membiarkan amarah menguasai diri di area berbahaya bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga mencoreng nama baik perusahaan dan mengancam mata pencaharian rekan kerja lainnya. Dalam Islam, menguasai diri saat marah adalah tanda kekuatan yang hakiki. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menguasai dirinya saat marah.” (HR. Bukhari & Muslim). Bekerjalah dengan profesional, ingatlah keluarga yang menunggu di rumah, dan jadikan keselamatan sebagai prioritas nomor satu.
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
Komentar
Posting Komentar