Siapa sangka Lamborghini ternyata lahir gara-gara sakit hati. Ferruccio Lamborghini awalnya cuma pengusaha traktor di Italia. Ia lahir dari keluarga petani anggur dan punya bakat mekanik sejak muda. Setelah Perang Dunia II, ia merakit traktor dari barang-barang bekas kendaraan militer. Ternyata traktornya bagus dan banyak dibeli petani lain. Dari situlah Ferruccio jadi kaya raya. Karena sukses, ia mulai koleksi mobil sport mahal, termasuk Ferrari. Tapi Ferruccio merasa mobil Ferrari saat itu punya beberapa kekurangan teknis, terutama di bagian kopling. Sebagai orang yang paham mesin, ia mencoba memberi masukan langsung ke Enzo Ferrari. Masalahnya, menurut cerita yang terkenal sampai sekarang, Enzo malah meremehkannya. Ferruccio disebut cuma “pembuat traktor” yang tidak ngerti mobil sport. Bukannya mundur, Ferruccio malah tersulut. Ia langsung memutuskan membuat mobil yang menurutnya lebih nyaman, lebih halus, dan lebih bagus dari Ferrari. Banyak orang menganggap itu mustahil. Ferrari saat itu sudah jadi raja mobil sport dunia. Tapi Ferruccio serius. Tahun 1963, Lamborghini resmi berdiri. Dan beberapa tahun kemudian, dunia benar-benar mulai melirik merek banteng ngamuk itu. Lucunya, rival Ferrari yang legendaris ternyata dimulai dari masalah kopling dan ego dua orang keras kepala.
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...

Komentar
Posting Komentar