Sri Wagiyati sudah berjualan asongan di stadion sejak 2005. Dari Stadion Sultan Agung (SSA), Mandala Krida, hingga Maguwoharjo, ia berjualan mengikuti pertandingan berbagai klub di DIY. Selama hampir 20 tahun, Sri Wagiyati dikenal banyak suporter sebagai “emaknya suporter”. Ia mengaku tidak memihak satu klub tertentu karena sudah menganggap para suporter lintas warna jersey seperti anak-anaknya sendiri. Ia juga hafal anthem dua klub rival di DIY, yakni “Aku Yakin Dengan Kamu” milik PSIM Yogyakarta dan “Sampai Kau Bisa” milik PSS Sleman. Sri Wagiyati bercerita, selama berjualan di stadion ia beberapa kali merasakan langsung bagaimana suporter membantu menjaga pedagang saat situasi stadion memanas. Ia mengaku pernah diamankan suporter ketika terjadi kericuhan saat pertandingan. Menurutnya, suporter di stadion tidak selalu seperti stigma yang selama ini muncul di masyarakat. Ia merasa dihormati dan dirangkul selama berjualan di lingkungan suporter. Dari tiga stadion tempatnya berjualan, Sri Wagiyati menyebut Maguwoharjo menjadi lokasi dengan hasil dagangan paling ramai karena daya beli penonton yang cukup tinggi. Ia berharap kultur suporter di stadion semakin dewasa dan tetap mendukung klub kebanggaan masing-masing dengan cara yang positif.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini