Ae-sun telah mendedikasikan hidupnya untuk merawat In-kyu, yang mentalnya setara dengan anak berusia 7 tahun. Rutinitas mereka meliputi pergi ke toko dan mengurus kebutuhan sehari-hari. Dunianya berubah ketika ia didiagnosa mengidap kanker otak stadium akhir. Alih-alih meratapi nasib, Ae-sun menyusun daftar hal-hal yang harus dipelajari putranya agar bisa bertahan hidup seorang diri. Ia mengajarkan In-kyu cara memasak, naik bus umum, hingga mengelola keuangan dasar.
Kasih sayang seorang ibu, memikirkan saat ibu tiada.
Komentar
Posting Komentar