Ketika melihat bulan, kita sering terpukau oleh keindahannya yang menenangkan. Ketika melihat matahari, kita menyaksikan kekuatan yang mampu menerangi seluruh dunia tanpa pernah meminta imbalan. Alam semesta dipenuhi tanda-tanda yang mengingatkan manusia bahwa ada kekuasaan yang jauh lebih besar daripada dirinya. Namun sering kali, manusia begitu sibuk mengagumi ciptaan di luar dirinya hingga lupa melihat nilai yang ada dalam dirinya sendiri.

Padahal setiap manusia juga merupakan bagian dari keajaiban penciptaan. Kita diberi akal untuk berpikir, hati untuk merasakan, dan kemampuan untuk memilih jalan hidup yang akan ditempuh. Tidak ada dua manusia yang benar-benar sama. Setiap orang membawa kelebihan, kekurangan, pengalaman, dan tujuan yang membuatnya unik. Karena itu, menghargai diri sendiri bukanlah kesombongan. Ia adalah bentuk syukur atas kehidupan yang telah diberikan.

Maka ketika bercermin, jangan hanya melihat kekurangan yang ingin diperbaiki. Lihat juga perjalanan yang telah berhasil dilewati, luka yang berhasil disembuhkan, dan kekuatan yang membuatmu tetap bertahan hingga hari ini. Sebab sebagaimana bulan dan matahari memiliki perannya masing-masing di alam semesta, setiap manusia juga memiliki nilai dan tempatnya sendiri. Dan terkadang, yang paling perlu kita percayai bukanlah penilaian manusia, melainkan keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa tujuan dan makna.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini