Momen unik terjadi di Tokushima Marathon 2026, Jepang. Saat sudah berada di depan garis finis, seorang pelari memilih mengurangi kecepatannya dan membiarkan peserta lain melaju lebih dulu. Bukan tanpa alasan, ia ingin menampilkan tarian tradisional Awa Odori yang sudah dipersiapkannya sebagai selebrasi spesial. Meski sempat mengalami kram, ia tetap menyelesaikan aksinya hingga garis finis dan mencuri perhatian banyak penonton. Kalau kamu di posisinya, pilih finis pertama atau bikin momen yang dikenang semua orang?
Adit, remaja asal Cibitung, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berjuang. Meski tak lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan hanya bekerja sebagai pencabut rumput di kawasan pabrik, ia tetap semangat mencari nafkah demi satu hal: pendidikan adik-adiknya. Kini, sang adik Azizah resmi menjadi mahasiswi Universitas Indonesia, jurusan Sistem Informasi. Semua berkat kerja keras dan pengorbanan Adit, kakak luar biasa yang tak pernah lelah mencintai keluarganya. 🥹💛 ✨ Ini bukan tentang latar belakang, tapi tentang ketulusan dan tekad. Terima kasih, Adit, telah mengingatkan kita bahwa cinta tak butuh gelar. Salute! Djuned Wikanto wikantodjuned@gmail.com
Komentar
Posting Komentar