Adit, remaja asal Cibitung, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berjuang. Meski tak lulus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) dan hanya bekerja sebagai pencabut rumput di kawasan pabrik, ia tetap semangat mencari nafkah demi satu hal: pendidikan adik-adiknya. Kini, sang adik Azizah resmi menjadi mahasiswi Universitas Indonesia, jurusan Sistem Informasi. Semua berkat kerja keras dan pengorbanan Adit, kakak luar biasa yang tak pernah lelah mencintai keluarganya. 🥹💛 ✨ Ini bukan tentang latar belakang, tapi tentang ketulusan dan tekad. Terima kasih, Adit, telah mengingatkan kita bahwa cinta tak butuh gelar. Salute! Djuned Wikanto wikantodjuned@gmail.com
Postingan populer dari blog ini
PT PepsiCo Indonesia resmi mengoperasikan pabrik barunya di Kawasan Industri GIIC, Cikarang, Bekasi, pada 18 Juni 2025. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 60.000 meter persegi dengan investasi sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp3,3 triliun. Sejak mulai produksi pada Januari 2025, fasilitas ini telah menyerap hampir 400 tenaga kerja dan mengoperasikan tiga lini produksi dengan kapasitas 24.000 ton per tahun. Produk andalan seperti Cheetos, Lays, dan Doritos kini kembali diproduksi secara lokal menggunakan bahan baku dari petani dalam negeri. CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia. Pemerintah melalui Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza pun menyambut positif kehadiran pabrik ini karena berkontribusi terhadap penguatan industri makanan dan minuman nasional, penciptaan lapangan kerja, serta keberlanjutan ekonomi lokal. Pada triwulan I 2025, industri makanan dan minuman menyumbang 41,15 per...
Golden Elephant Chemical (GESC), perusahaan kimia terkemuka asal China, resmi membangun pabrik pertamanya di luar negeri di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Dengan investasi senilai 4,2 miliar yuan atau sekitar Rp10,08 triliun, pabrik seluas lebih dari 20 hektare ini akan memproduksi melamin, asam nitrat, dan amonium nitrat dalam tahap pertama, dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas amonia sintetis dan urea berkapasitas besar di tahap kedua. Ekspansi ini menjadikan Indonesia sebagai pusat regional baru GESC di Asia, memanfaatkan infrastruktur kelas dunia dan integrasi industri-pelabuhan di JIIPE. Kehadiran GESC melengkapi ekosistem industri strategis di JIIPE bersama Freeport Indonesia, Hailiang, dan Xinyi Glass, memperkuat posisi kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan industri berbasis hilirisasi dan transisi energi hijau di Indonesia. Kabar baik untuk investasi di Indonesia! Djuned Wikanto wikantodjuned@gmail.com







Komentar
Posting Komentar