Salah satu pelajaran paling sulit dalam hidup adalah menerima bahwa tidak semua hal berada dalam kendali kita. Ada orang yang sudah dijaga dengan sepenuh hati, tetapi tetap memilih pergi. Ada kesempatan yang telah diperjuangkan mati-matian, tetapi tetap lepas dari genggaman. Manusia sering percaya bahwa usaha yang besar akan selalu mampu mempertahankan apa yang dicintainya. Namun hidup tidak selalu berjalan mengikuti keinginan. Kadang kita dipaksa menyaksikan sesuatu yang berharga menjauh, meski telah melakukan segala yang kita mampu untuk menjaganya. Di sisi lain, banyak hal yang justru datang ketika kita tidak menginginkannya. Ujian yang tidak pernah diminta, perubahan yang tidak pernah direncanakan, atau pertemuan yang sama sekali tidak diduga. Manusia sering sibuk menyusun skenario hidupnya sendiri, seolah segala sesuatu dapat diatur sesuai kemauan. Padahal ada kekuatan yang jauh lebih besar daripada rencana manusia. Ada jalan-jalan yang terbuka tanpa diduga, dan ada pintu-pintu yang tertutup meski telah berkali-kali diketuk. Dari sanalah kita belajar bahwa hidup bukan hanya tentang mengendalikan keadaan, tetapi juga tentang menerima kenyataan yang tidak bisa diubah. Karena itu, kedewasaan bukan terletak pada kemampuan memiliki segalanya, melainkan pada kemampuan melepaskan apa yang memang harus pergi dan menerima apa yang memang telah ditakdirkan datang. Tidak semua kehilangan adalah hukuman, dan tidak semua kedatangan adalah kebetulan. Ada hal-hal yang diambil agar kita belajar ikhlas, dan ada hal-hal yang dihadirkan agar kita belajar bertumbuh. Sebab pada akhirnya, hidup sering mengajarkan bahwa ketenangan bukan lahir ketika semua berjalan sesuai keinginan kita, melainkan ketika hati mampu berdamai dengan apa yang telah dipilihkan semesta untuk kita jalani.
Mengakui ada faktor penentu di luar kita dan tidak bisa kita kendalikan. Berusaha sebaik baiknya di faktor yang bisa kita kendalikan. Bila tidak atau belum berhasil tidak ada penyesalan.

Komentar
Posting Komentar