Sebagian besar dari kita tumbuh besar dengan belajar membaca jam analog tanpa berpikir panjang. Saat ini, banyak siswa hampir sepenuhnya bergantung pada layar digital, dan di beberapa sekolah, pergeseran itu telah menyebabkan jam analog dihilangkan karena terlalu banyak siswa kesulitan membaca waktu dari jam tersebut. Laporan dari sekolah-sekolah di negara-negara seperti Inggris telah menyoroti tren ini, terutama selama ujian, di mana siswa meminta jam digital karena mereka merasa jam analog sulit dibaca. Para ahli mengatakan hal itu mencerminkan perubahan kebiasaan daripada penurunan kecerdasan. Karena ponsel pintar dan perangkat digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, generasi muda memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berlatih membaca tampilan jam tradisional. Ini adalah pengingat kecil tentang bagaimana teknologi membentuk kembali keterampilan sehari-hari. Ketika beberapa kemampuan menjadi kurang umum, keterampilan digital baru terus menggantikannya. Tantangan bagi sekolah adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara melestarikan keterampilan hidup praktis dan beradaptasi dengan dunia digital.

Ketika menggunakan teknologi lebih tinggi menurut saya konsep tidak harus ditinggalkan , sehingga pertanyaan mengapa (alasan) tetap diketahui bukan semata menggunakan seperti 1 putaran 360 derajat pada jam analog.



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini